Kutim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Ardiansyah Buka Apel Baznas Tanggap Bencana se-Kaltim

Foto : Apel Kesiapsiagaan dan Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Kalimantan Timur (Kaltim).

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi tuan rumah Apel Kesiapsiagaan dan Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Kalimantan Timur (Kaltim). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan koordinasi antarlembaga zakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan di wilayah tersebut.

Acara yang digelar di halaman Kantor Bupati Kutim pada Rabu (29/10/2025) ini dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur, H Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan peran strategis BTB yang didukung oleh landasan hukum kuat, yaitu UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Penguatan kapasitas relawan dan koordinasi antarlembaga zakat adalah kunci dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di era yang kian kompleks. Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan penting yang memperkuat kolaborasi antar-BAZNAS di Kaltim,” ujar Ardiansyah.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyoroti kinerja BAZNAS Kutim yang dinilainya konsisten menjalankan amanah sosial, terutama dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang kebencanaan.

Data yang disampaikannya menunjukkan peningkatan drastis dalam alokasi bantuan kebencanaan:

  • 2022: Rp321 juta (142 keluarga terdampak)
  • 2023: Rp246 juta (78 keluarga terdampak)
  • 2024: Rp4,39 miliar (809 keluarga terdampak)
  • Hingga Oktober 2025: Rp2,2 miliar (604 keluarga terdampak)

“Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan adalah kunci dalam mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan,” tegasnya, sembari menggarisbawahi pentingnya konsep 4R dalam penanggulangan bencana: Rescue, Relief, Recovery, dan Reconstruction.

Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 73 peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim dan perwakilan 18 kecamatan di Kutim.

“Kegiatan ini juga melibatkan 60 pelajar tingkat SMA penggerak pramuka dari Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Ini adalah bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebencanaan dan kemanusiaan,” jelas Masnip.

Lebih lanjut dirinya berharap pelatihan ini dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas, sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Kutim siap bersinergi dengan seluruh BAZNAS di Kaltim untuk memastikan penanggulangan bencana yang efektif. (caya/*/ADV)