Kopi Prangat Baru Siap Mendunia, Petani Audiensi dengan Bupati Kukar

TENGGARONG – Kopi Liberika Prangat Baru dari Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, berpotensi menjadi produk unggulan yang mendunia. Optimisme ini muncul setelah Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Prangat Baru beraudiensi dengan Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, di Rumah Jabatan Bupati, Senin (15/9/2025).

Kopi Prangat Baru bukan sekadar komoditas, melainkan cerminan semangat kolektif para petani untuk menjaga orisinalitas produk lokal. Dengan nama Indikasi Geografis “Liberika Prangat Baru,” mereka berupaya membawa kopi ini ke level nasional, bahkan internasional.

Dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kukar, M. Taufik, menjelaskan bahwa pembentukan MPIG ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat legalitas dan keberlanjutan kelembagaan petani. Forum ini secara mufakat menyepakati nama Indikasi Geografis “Liberika Prangat Baru” dan membentuk struktur organisasi MPIG “Kapak Prabu” yang akan segera disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kukar.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Taufiq Kurrahman, menjelaskan beberapa tujuan audiensi:

  • Mendapatkan dukungan Bupati terkait penerbitan SK dan rekomendasi Indikasi Geografis.
  • Memohon dukungan pendanaan untuk proses sertifikasi.
  • Meminta pembinaan untuk produk Indikasi Geografis lainnya, seperti Gula Aren Tuana Tuha dan Lada Malonan Kukar.

Taufiq menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pembentukan MPIG, hingga pengujian sampel produk di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember. Draf dokumen Indikasi Geografis dan logo juga sudah disiapkan. Hingga saat ini, Kukar telah memiliki dua produk yang tersertifikasi Indikasi Geografis, yaitu Lada Malonan Kukar (sejak 2019) dan Gula Aren Tuana Tuha (sejak 2024).

Bupati Aulia Rahman Basri mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif MPIG Kopi Prangat Baru. Ia menegaskan, Pemkab Kukar siap memfasilitasi dan menyediakan sarana prasarana yang diperlukan.

“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kukar sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Mudah-mudahan semua ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para petani di Kukar,” ujar Bupati.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kukar, Plt. Kadis Koperasi dan UKM, serta beberapa perwakilan dari dinas terkait. (*)