Pemkab Kutim Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Kesehatan Masyarakat yang Lebih Baik

Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggono saat buka Rakor Bidang Kesmas. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) semakin gencar memperkuat sinergi dan kolaborasi antar berbagai sektor demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim di Samarinda, Selasa (29/4/2025).

Rakor yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Poniso Suryo Renggono, menegaskan komitmen Pemkab Kutim dalam mewujudkan transformasi sistem kesehatan nasional. Poniso menyampaikan bahwa penguatan pelayanan kesehatan, baik primer maupun rujukan, memerlukan fondasi yang kokoh, termasuk ketahanan kesehatan, pembiayaan berkelanjutan, sumber daya manusia yang kompeten, dan pemanfaatan teknologi.

Lebih lanjut, Poniso menyoroti pentingnya integrasi layanan kesehatan antar fasilitas primer seperti Puskesmas, Pustu, Poskesdes, dan Posyandu dalam satu kluster. Ia juga menekankan peran krusial Posyandu yang kini diperluas cakupannya melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, tidak hanya terbatas pada kesehatan tetapi juga mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

“Penguatan Posyandu yang semakin kompleks ini menuntut koordinasi yang lebih solid antar sektor, mulai dari layanan, kelembagaan, pembinaan, hingga pengawasan,” ujar Poniso. Ia mengajak seluruh pihak terkait untuk menjadikan revitalisasi Posyandu sebagai gerakan bersama, mengingat perannya sebagai garda terdepan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani, dalam paparannya, menggarisbawahi prioritas utama pembangunan kesehatan daerah, yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi serta percepatan penanganan stunting. Ia menekankan bahwa upaya mencapai target-target tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari berbagai pihak. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan masalah kesehatan harus dilakukan bersama-sama, lintas sektor, dengan semangat kolaboratif,” tegasnya.

Dalam Rakor yang dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas, Camat, dan stakeholder terkait, dibahas berbagai strategi untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Dalam Negeri turut memberikan pembinaan dan sosialisasi terkait penguatan layanan primer dan revitalisasi Posyandu.

Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kutim, Irma Aryani, menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam merespons dinamika regulasi baru serta mengevaluasi capaian program kesehatan selama setahun terakhir. “Melalui Rakor ini, kita ingin mendorong integrasi layanan primer dan memperkuat intervensi gizi, termasuk pemberian makanan tambahan lokal, untuk menekan angka stunting di Kutim,” jelasnya.

Sinergi yang dibangun dalam Rakor ini diharapkan menjadi modal berharga bagi Pemkab Kutim dalam mempercepat pencapaian target-target kesehatan nasional dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Kutim dalam menjadikan transformasi kesehatan sebagai gerakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.