Bupati Kutim Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Tepian Langsat

 

 

Tepian Langsat, – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman beserta Ketua TP PKK Hj Siti Robiah menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Al-Ikhlas Gunung Kudung Tepian Langsat Kecamatan Bengalon, Sabtu (14/10/2023) malam.

 

Kegiatan tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengusung tema “Kebersamaan Dalam Mencapai Tujuan” diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, rangkaian kegiatan tabligh akbar, dan tausiah dari Kiai Imam Muhtadi.

 

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan bahwa makna yang paling mendasar dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengevaluasi sejauh mana kepribadian yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW dapat kita teladani dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Sungguh merupakan kerugian, apabila acara seperti ini tidak mampu merubah perilaku umat ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam tataran ibadah secara vertikal maupun horizontal melalui peningkatan iman dan taqwa serta semakin tingginya kesalehan sosial,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah mengatakan bahwa keteladanan Rasulullah yang saat ini hampir punah, harus dihidupkan kembali. Salah satu caranya adalah dengan menjalin silaturahmi, mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan, gotong-royong, dan peduli lingkungan.

 

“Dalam Islam sering diajarkan untuk menjaga tali silaturahmi, membangun kebersamaan dalam mewujudkan suatu tujuan, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Bupati Ardiansyah menambahkan bahwa ulama dan umaro haruslah saling bersinergi dalam pembinaan umat. Berlatar inilah, Pemkab Kutim terus mendorong keberadaan masjid dan mushola, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga memberdayakan serta membimbing umat di wilayah lingkungan setempat.

 

“Karena tanpa ada yang membimbing, mengajari, dan mengarahkan, akan seperti apa masyarakat,” ujarnya.

 

Sebagai penceramah, Kiai Imam Muhtadi menguraikan makna Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu semangat kebahagiaan, keceriaan, dan ketaqwaan. Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini jangan sampai berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kesan sedikit pun, sebagai nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari guna untuk mempertebal iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. (ADV)