
Sebanyak 35 Koperasi Desa Merah Putih di Kutim Telah Terbangun, 7 Ditargetkan Akan Segera Beroperasi
Sangatta – Sebanyak 35 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah terbangun secara fisik. Dari jumlah tersebut, 7 koperasi ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan program prioritas nasional yang diamanatkan Presiden.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Ekonomi Kreatif Kutai Timur, Marhadyn, mengatakan pemerintah daerah terus mengawal proses pembangunan hingga operasional Koperasi Desa Merah Putih di desa dan kelurahan. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di Kutai Timur dapat memiliki koperasi tersebut.
“Koperasi Desa Merah Putih ini adalah mandatori dari Bapak Presiden. Ini adalah program prioritas nasional yang harus kita kawal sampai di daerah,” kata Marhadyn saat di temui di ruang kerjanya pada Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, dari 35 koperasi yang telah terbangun secara fisik, tujuh di antaranya ditargetkan memasuki tahap operasional pada tahun ini. Satu koperasi berada di Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, sedangkan enam lainnya berada di Kecamatan Teluk Pandan.
Enam lokasi di Teluk Pandan tersebut meliputi Desa Sukamaju, Danau Redan, Suka Rahmat, Martadinata, Kandolo, dan Teluk Pandan.
Marhadyn menegaskan bahwa pembangunan fisik dan operasional merupakan dua tahapan yang berbeda. Karena itu, koperasi yang bangunannya telah selesai masih memerlukan proses lanjutan sebelum dapat menjalankan kegiatan usaha.
”Sekarang kita sudah sekitar 35 koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbangun.
Sisanya masih sementara berproses menuju 100%. Namun ditargetkan tahun ini kita bisa launching 7 koperasi untuk koperasi Desa Merah Putih itu untuk operasional,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengelola kegiatan ekonomi melalui koperasi. Program tersebut juga diharapkan membuka ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal.
Marhadyn mengajak masyarakat, termasuk kalangan generasi muda, untuk ikut memanfaatkan koperasi sebagai tempat mengembangkan aktivitas ekonomi. Ia menyebut produk UMKM nantinya juga diharapkan dapat dipajang dan dipasarkan melalui koperasi tersebut.
“Yang penting sekarang dia terbang dengan baik. Dan itu adalah pilihan teman-teman desa yang terbaik,” tuturnya. (Caya/ADV/*)





