
Terombang-ambing Sejam, Dua Pemancing Diselamatkan Polairud di Perairan Sangatta
Sangatta – Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Timur bergerak cepat mengevakuasi kapal pemancing KM Demit yang mengalami gangguan mesin hingga terombang-ambing di perairan Sangatta, Jumat (16/10/2026) sore. Dua orang pemancing bersama kapal berhasil diselamatkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aksi penyelamatan tersebut bermula ketika personel Satpolairud menerima informasi dari nelayan mengenai sebuah kapal pemancing yang mengalami trouble engine sekitar pukul 17.00 Wita. Kapal itu dilaporkan berada di perairan Sangatta, sekitar sembilan mil dari lokasi personel bertolak menuju titik kejadian.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah melalui Kasat Polairud Iptu Herianto mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi kapal dan melakukan pertolongan.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel Satpolairud langsung menuju titik koordinat yang dilaporkan. Setelah tiba di lokasi, petugas mendapati KM Demit mengalami gangguan mesin dan telah terombang-ambing di perairan selama kurang lebih satu jam,” ujar Herianto.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera agar keselamatan para pemancing tetap terjaga. Personel kemudian melakukan upaya evakuasi dengan menarik kapal yang mengalami kerusakan mesin menuju Dermaga Kenyamukkan Satpolairud Polres Kutim.
Dua orang yang berada di kapal tersebut diketahui bernama Barto (36), pemilik KM Demit, dan Roy (24). Keduanya berhasil dievakuasi bersama kapal ke dermaga dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah, dua orang pemancing beserta kapal berhasil kami evakuasi ke Dermaga Kenyamukkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan situasi selama proses evakuasi berlangsung aman serta terkendali,” katanya.
Herianto menegaskan, respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari tugas Polairud dalam memberikan perlindungan, pertolongan, dan pelayanan kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar memastikan kondisi mesin, bahan bakar, serta perlengkapan keselamatan sebelum melaut. Pemeriksaan kondisi kapal dinilai penting untuk mengantisipasi gangguan teknis yang dapat membahayakan keselamatan di tengah perairan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa kelayakan kapal sebelum berangkat, membawa perlengkapan keselamatan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami keadaan darurat di laut,” tegas Herianto.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti pentingnya koordinasi antara masyarakat nelayan dan aparat kepolisian dalam merespons situasi darurat di perairan Kutai Timur. Satpolairud Polres Kutim memastikan laporan masyarakat akan ditindaklanjuti guna membantu menjaga keselamatan pengguna wilayah perairan. (*)





