Fokus Tangani Risiko Stunting, DPPKB Kutim Gencarkan Verval Data Lapangan

Foto : Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini,

Sangatta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggencarkan program penanganan keluarga berisiko stunting. Langkah konkret yang diambil adalah melakukan verifikasi dan validasi (verval) data dengan sistem jemput bola langsung ke berbagai kecamatan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, menyatakan bahwa pendataan tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan.

“Kita keliling ke kecamatan-kecamatan terkait dengan jemput bola, sekaligus menyerahkan bantuan makanan tambahan dari Baznas kepada keluarga berisiko stunting,” ungkap Yuriansyah.

Ia menjelaskan, sasaran penerima bantuan didasarkan pada data Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di tingkat desa dan kecamatan. Indikator keluarga berisiko stunting sendiri merujuk pada faktor “4T”, yakni menikah terlalu muda, melahirkan jarak terlalu dekat, melahirkan saat usia terlalu tua, dan memiliki terlalu banyak anak.

Namun, Yuriansyah menegaskan bahwa DPPKB hanya berfokus pada pencegahan risiko. Penanganan kasus stunting secara medis tetap menjadi kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Ketika petugas kami di lapangan menemukan ada indikasi tersebut, kita koordinasi dengan teman-teman dari kesehatan. Merekalah yang berhak memantau perkembangannya, apakah termasuk kategori stunting atau tidak,” jelasnya.

Selain fokus pada risiko stunting, DPPKB Kutim juga terus memajukan program Sekolah Lansia yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Kutim. “Program yang memberikan edukasi pola hidup sehat dari tenaga medis ini telah berjalan aktif di empat lokasi dengan jumlah peserta mencapai 200 lansia,” terangnya

Sementara itu, untuk program Keluarga Berencana (KB), DPPKB bertindak sebagai penyalur alat kontrasepsi dari pemerintah provinsi ke fasilitas kesehatan (faskes) di kecamatan.

“Upaya edukasi masyarakat juga dioptimalkan melalui partisipasi DPPKB dalam pameran expo. Setiap harinya, petugas disiagakan untuk memberikan layanan informasi dan edukasi seputar alat kontrasepsi, pola hidup sehat, hingga pemahaman usia dini bagi para pelajar.” pungkasnya (ADV/*)