Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi Dorong DPRD Kutim Maksimalkan Fungsi dan Tugasnya Menghadapi Karhutla

SANGATTA – Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi, mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk lebih memaksimalkan fungsi dan tugasnya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Kutim.

Menurut Habibi, DPRD sebagai lembaga legislatif daerah memiliki peran strategis dalam pengawasan, penganggaran, dan pengawalan kebijakan terkait pencegahan serta penanggulangan karhutla. Ia menekankan lima poin utama yang harus menjadi perhatian DPRD Kutim:

  1. Pengawasan terhadap pemerintahan daerah untuk memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja secara maksimal, responsif, dan terkoordinasi dengan baik di lapangan.
  2. Memperjuangkan anggaran penanggulangan karhutla agar alokasi dana yang tersedia cukup, tepat sasaran, dan mampu mendukung pengadaan peralatan serta operasional pemadaman.
  3. Melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat dari dampak asap dan ancaman karhutla yang dapat mengganggu kualitas udara serta membahayakan warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
  4. Mengawal penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi, agar ada efek jera dan tidak terjadi pengulangan.
  5. Memperkuat pencegahan dan evaluasi melalui edukasi masyarakat, pengawasan pembukaan lahan, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas program mitigasi yang sudah dijalankan.

“Kami mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait yang terus bergerak memadamkan api. Namun, kami juga meminta DPRD Kutim untuk lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan dan budgeting-nya. Lima poin ini harus menjadi fokus utama agar penanganan karhutla tidak hanya reaktif, tetapi juga sistematis dan berkesinambungan,” ujar Habibi dalam pres rilisnya, Selasa (13/10/2026).

Ia menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan musim kemarau, melainkan juga terkait pengawasan, kesiapan sarana-prasarana, dan sinergi lintas sektor yang harus terus diperkuat.

“DPRD harus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemkab. Fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan harus dijalankan secara maksimal. Pastikan BPBD bekerja optimal, anggaran tersedia, masyarakat terlindungi, hukum ditegakkan, dan pencegahan diperkuat,” tegas Habibi.

Pemuda Kutim Hebat juga mendorong agar DPRD lebih intensif melakukan kunjungan kerja ke titik-titik rawan karhutla, mendengar aspirasi masyarakat, dan memastikan program-program mitigasi berjalan sesuai rencana.

“Kami sebagai pemuda siap bersinergi. Tapi kami juga berharap para wakil rakyat di DPRD Kutim tidak hanya reaktif, melainkan proaktif dalam menghadapi ancaman karhutla yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah,” pungkas Habibi.

Sebagai informasi, karhutla masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kutai Timur, termasuk kejadian di Kecamatan Sangatta Selatan beberapa hari lalu yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan sebelum menjalar ke permukiman warga.

Pemuda Kutim Hebat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.