Nyalakan Obor ‘Brong’, Bupati Ardiansyah Resmi Buka Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026

Foto Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Saat menyalakan "Brong" atau obor raksasa.

Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka acara budaya Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 di Lapangan Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta, Minggu (11/10/2026). Pembukaan perayaan ini ditandai dengan penyalaan “Brong” atau obor raksasa.

Prosesi pembukaan yang dipadati oleh ribuan masyarakat tersebut turut dihadiri oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin dan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Perhelatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa Erau bukan sekadar perayaan seremonial belaka. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan daerah dan pelestarian identitas warisan leluhur.

“Daerah yang kuat bukan hanya daerah yang maju secara ekonomi dan infrastruktur yang megah, tetapi juga daerah yang mampu menjaga identitas, adat istiadat, dan budaya yang diwarisi dari para pendahulu kita,” ujar Ardiansyah.

Pada tahun ini, Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 ini mengusung tema Adat Lestari, Tuah Benua, dan Etam Berjaya. Ardiansyah menjelaskan bahwa tema tersebut membawa pesan agar kekayaan alam Kutim, seperti batu bara, minyak, dan hasil pertanian, dapat menjadi ‘tuah’ atau keberkahan yang menghadirkan kedamaian bagi seluruh masyarakat.

“Sebagai langkah konkret pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah memasukkan bahasa Kutai ke dalam kurikulum pendidikan formal sebagai muatan lokal untuk tingkat SD dan SMP,” tutur Ardiansyah Sulaiman

Lebih lanjut, Ardiansyah juga mengungkapkan rencana pembacaan deklarasi anti-narkoba yang digagas bersama Kapolres. Uniknya, deklarasi tersebut akan dibacakan menggunakan bahasa Kutai pada puncak upacara HUT Kutim.

“Kemudian salah satu di antara implementasi bahasa Kutai besok di dalam upacara hari ulang tahun Kutai Timur kita akan mengenakan deklarasi anti narkoba bagi para pelajar, masyarakat dan peserta yang dideklarasikan di dalam bahasa Kutai. Dan ini terima kasih Pak Kapolres yang beliau mengusulkan ini di dalam rapat Forkopimda beberapa bulan yang lalu,” ucapnya

Di akhir sambutannya, Ardiansyah mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk merawat keberagaman dan kearifan lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Pembangunan dan pelestarian budaya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus saling menguatkan agar Kutim tumbuh tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara karakter,” pungkasnya. (Butsainah/ADV/*)