Lepas dari Ketergantungan Tambang, Pemkab Kutim Dorong UMKM Jadi Motor Penggerak Baru Ekonomi

Foto Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai sejumlah awak media usai mengikuti rapat paripurna

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mematangkan langkah strategis untuk melepaskan diri dari bayang-bayang ketergantungan pada sektor pertambangan. Ke depan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif akan didorong menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian daerah.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim selama ini masih sangat didominasi oleh sektor ekstraktif, yakni penggalian dan pertambangan batu bara. Kondisi ini dinilai rentan, mengingat fluktuasi produksi komoditas tersebut sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tantangan utama kita adalah pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, tahun lalu pertumbuhan ekonomi Kutim hanya 1,5 persen. Hal ini dipicu oleh adanya pengurangan produksi batu bara,” jelas Ardiansyah Sualaiman kepada sejumlah awak media usai mengikuti sidang paripurna HUT Kutai Timur di Gedung DPRD Kutim, pada Kamis (08/10/2026)

Meski demikian, Ardiansyah Sulaiman mengaku optimistis melihat geliat ekonomi di sektor lain. Ia memaparkan, secara per kapita, Kutim mulai mencatatkan tren positif pada sektor non-pertambangan.

“Secara perkapita kita juga melihat cukup bagus ada peningkatan pertumbuhan ekonomi non penggalian pertambangan, ada peningkatan industri kreatif, terutama pariwisata dan kemudian beberapa lainnya,” terangnya

Sebagai bentuk intervensi dan dukungan nyata, Pemkab Kutim kini menggulirkan program stimulus permodalan khusus bagi para pelaku UMKM. Bantuan modal usaha ini diharapkan menjadi katalisator bagi tumbuhnya embrio-embrio usaha baru yang mandiri.

Lebih Lanjut, Ardiansyah menegaskan, penyaluran kredit dan bantuan modal bagi UMKM bukan sekadar program populis, melainkan pondasi awal untuk melakukan transformasi ekonomi besar-besaran di Kutai Timur.

“Saya berharap setelah permodalan ini disalurkan, akan menjadi satu momentum kebangkitan ekonomi non-penggalian dan pertambangan. Kami berpikir ini akan menjadikan transformasi ekonomi yang sesungguhnya,” tegas Ardiansyah.

Selain  itu,  pemerintah juga berinovasi dengan berbagai macam program,  karena ingin ada pemerataan ekonomi,  menjadi bagian yang bisa merasuk ke sendi-sendi pondasi masyarakat.

“Apabila ini sudah bisa masuk, maka kita harap pemerataan kesejahteraan ini bisa terjadi.”Pungkasnya (ADV/*)