Penataan Permukiman Belum Optimal, Bupati Kutim Targetkan 1.000 Rumah Layak Huni untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Foto : Bupati Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna.

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengaku masih menghadapi beberapa isu penting dalam pembangunan daerah, terutama terkait penataan permukiman dan pemenuhan akses air bersih. Hal ini mengemuka dalam Rapat Paripurna ke-VIII DPRD Kutim pada Kamis (08/10/2026).

Rapat dengan agenda mendengarkan pidato Bupati dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kutim, Jimmi, didampingi Wakil Ketua I Sayid Anjas dan Wakil Ketua II Prayunita Utami. Dari unsur pemerintah, hadir langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi, serta 22 Anggota DPRD Kutim.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa penataan permukiman, terutama jalan lingkungan dan sistem drainase di kawasan perkotaan, masih belum optimal dan menjadi isu penting pembangunan.

Oleh karena itu, infrastruktur permukiman menjadi perhatian utama pemerintah. Peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat akan diwujudkan melalui beberapa program prioritas.

“Penyediaan 1.000 rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan dan peningkatan infrastruktur dasar melalui program semenisasi, peningkatan dan pengaspalan jalan,” urai Bupati.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak semata untuk konektivitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih layak, aman, nyaman, dan sehat.

Selain itu, pemenuhan akses air bersih juga menjadi fokus Pemkab Kutim. Upaya yang dilakukan meliputi pengamanan sumber-sumber air baku, optimalisasi pemanfaatan embung, serta pemberdayaan masyarakat.

Ke depannya, Pemkab Kutim berkomitmen untuk memperluas cakupan layanan air bersih secara bertahap dan berkelanjutan. Program ini akan memprioritaskan wilayah dengan kebutuhan tinggi namun memiliki akses yang masih terbatas.

“Sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat Kutai Timur layak sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (ADV/*)