Bupati Ardiansyah Ungkap Jalan Mantap Kutim Naik Jadi 34,78 Persen

Foto Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, saat menyampaikan pidato dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan peningkatan konektivitas wilayah dan percepatan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kenyamukan sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat membacakan pidato dalam Rapat Paripurna VIII DPRD Kutim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kutim Jimmi, didampingi Wakil Ketua I Sayid Anjas dan Wakil Ketua II Prayunita Utami. Dari unsur pemerintah, rapat dihadiri langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, serta 22 anggota DPRD Kutim.

Dalam pidatonya, Ardiansyah mengatakan Kutai Timur masih menghadapi sejumlah isu penting dalam pembangunan, salah satunya konektivitas antarwilayah yang ditandai masih adanya jaringan jalan dan jembatan dalam kondisi rusak.

“Terhadap isu konektivitas wilayah, pemerintah terus bertekad untuk meningkatkan jalan kondisi mantap,” terangnya

Menurutnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan persentase jalan kabupaten dalam kondisi mantap. Pada 2024, persentasenya mencapai 33,27 persen dan meningkat menjadi 34,78 persen pada 2025.

“Kenaikan ini mengindikasikan bahwa intervensi pembangunan dan pemeliharaan jalan mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas infrastruktur, meskipun belum signifikan,” kata Ardiansyah dalam pidatonya.

Peningkatan kualitas jalan tersebut diarahkan untuk memperlancar akses distribusi produk pertanian, perkebunan dan sektor lainnya, sekaligus memudahkan akses menuju sejumlah destinasi wisata yang diharapkan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain infrastruktur jalan, Pemkab Kutim juga menempatkan percepatan penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan sebagai kebijakan strategis. “Pelabuhan yang berada di jalur potensial ALKI II itu diharapkan memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar arus barang dan penumpang, serta mendukung munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” terangnya

Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan, bahwa percepatan pembangunan pelabuhan perlu diiringi penyiapan aspek pendukung operasional, meliputi aksesibilitas, sarana dan prasarana penunjang, kelembagaan pengelolaan, hingga pemenuhan persyaratan operasional agar Pelabuhan Kenyamukan dapat berfungsi optimal dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

“Oleh karena itu, percepatan penyelesaian pembangunan perlu diiringi dengan penyiapan aspek pendukung operasional, termasuk aksesibilitas, sarana dan prasarana penunjang, kelembagaan pengelolaan, serta pemenuhan persyaratan operasional, sehingga pelabuhan dapat berfungsi secara optimal dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya (ADV/*)