Tingkatkan Kualitas Layanan Posyandu, Kades Sepaso Dorong Edukasi Pentingnya Posyandu

Foto : Kepala Desa Sepaso, Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Sepaso – Pemerintah Desa Sepaso terus berupaya memaksimalkan peran Posyandu sebagai ujung tombak kesehatan dan pelayanan masyarakat. Belum lama ini, pihak desa telah merampungkan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para kader Posyandu guna memastikan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) berjalan optimal di lapangan.

Kepala Desa Sepaso, Ruslan, menyampaikan bahwa pelayanan Posyandu mencakup banyak bidang krusial, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga sarana prasarana penunjang. Ia berharap melalui Bimtek tersebut, para kader dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk melayani warga.

Lebih lanjut menurut Ruslan, penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama yang telah diupayakan desa sejak beberapa tahun terakhir. “Anggaran desa itu juga k1ta gelontorkan ke situ untuk memaksimalkan, termasuk untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT),” ujar Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Terkait angka stunting di Desa Sepaso, Ruslan menyebut jumlahnya saat ini masih fluktuatif. Ia secara khusus menyoroti rumus perhitungan dari Puskesmas yang dinilainya membuat angka stunting terlihat tinggi. Penghitungan tersebut membagi total keseluruhan data balita yang ada dengan jumlah kehadiran kunjungan ke Posyandu.

“Katakanlah begini, data kita ada 10, tapi yang datang ke Posyandu cuma 3 atau 5 anak, pembagiannya kan tetap 10. Makanya saya sering komplain dengan Puskesmas, saya tidak terima kalau dibilang stunting di Sepaso tinggi,” tegas Ruslan.

Diakuinya, rendahnya tingkat kunjungan ini tidak lepas dari keengganan sebagian warga membawa anak mereka ke Posyandu. Ruslan membeberkan, banyak warga beralasan takut anaknya demam setelah divaksin. “Bahkan, ada yang menganggap Posyandu tak lagi diperlukan setelah sang anak menerima vaksin campak,” ucapnya

Guna menyiasati ketidakhadiran warga, kader Posyandu sempat melakukan teknik jemput bola atau sweeping langsung ke rumah-rumah warga. Namun, langkah ini ternyata memunculkan kendala baru di lapangan.

“Ternyata apa yang kita lakukan begitu justru membuat orang tua jadi manja. Mereka berpikir tidak usah ke Posyandu, nanti juga kadernya datang. Merubah mindset dan mengedukasi warga inilah yang sebenarnya perlu kita lakukan,” ungkapnya. (Caya/ADV/*)