Bupati Kutim Pastikan Proyek Multi Years Tetap Berlanjut di APBD Perubahan

Foto Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai sejumlah awak media belum lama ini.

Sangatta – Bupati Ardiansyah Sulaiman memastikan jika belasan proyek dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years (MY) tetap terakomodir di APBD Perubahan 2026. Terlebih sebelumnya Pemkab bersama DPRD Kutim telah menyepakati alokasi sebesar Rp1,08 triliun guna membiayai 13 proyek strategis tersebut.

Fokus utama dari proyek-proyek MY ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur daerah, terutama konektivitas jalan antardesa dan kecamatan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan, bahwa akses jalan di Kutim saat ini belum sepenuhnya terkoneksi dengan optimal.

“Masih ada beber4pa, karena memang MY itu di antaranya untuk jalan yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang ini. Sandaran belum sampai ke Desa Sandaran ujung sana,” ungkap Ardiansyah kepada awak media, belum lama ini.

Bupati mencontohkan akses dari wilayah Muara Bengkal menuju Desa Mulungan yang saat ini juga belum masuk.

“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam 3 tahun ke depan ini pal1ng tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen lah 50 persen itu sudah sudah cukup,” tambahnya

Terkait rincian jumlah proyek, ia mengonfirmasi berdasarkan data dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terdapat 13 item proyek MY.

“Nah, saya enggak hafal ini. Karena TAPD yang lebih tahu 13 aitem proyek My itu.” Pungkasnya

Sebagai informasi, seperti yang diberitakan sebelumnya anggaran Rp1,08 triliun ini dibayarkan secara bertahap, yakni Rp383,9 miliar dialokasikan pada 2026 dan Rp697,5 miliar pada 2027. Dana ini didistribusikan ke empat sektor prioritas. Sektor Bina Marga mendominasi, di antaranya untuk Pembangunan Jembatan Muara Bengalon (Rp70 miliar) dan Rekonstruksi Jembatan Batu Balai–Muara Bengkal (Rp65 miliar).

Di sektor Cipta Karya, Pemkab membangun sarana publik seperti Gedung Makodim Kutim (Rp55 miliar), Balai Latihan Kerja (Rp45 miliar), SPAM Pedesaan di enam kecamatan (Rp45 miliar), serta Mall Pelayanan Publik (MPP) dan UMKM Centre (Rp40 miliar).

Sementara untuk mitigasi banjir di bawah sektor Sumber Daya Air, dianggarkan peningkatan drainase Jalan Kabo Jaya (Rp50 miliar) dan Jalan Yos Sudarso I/Gajah Mada (Rp45 miliar). Terakhir, sektor Perhubungan mengalokasikan dana terbesar secara individu, yakni Rp150 miliar untuk kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Umum Sangatta di Kenyamukan. (Caya/ADV/*)