
Paripurna APBD Perubahan Kutim Batal Digelar, Wabup Ingatkan Tenggat Pengesahan 30 September
Sangatta – Rapat Paripurna DPRD Kutai Timur (Kutim) dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 batal digelar pada Senin (28/9/2026) malam. Agenda tersebut belum ditentukan jadwal penggantinya.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, dari sisi pemerintah daerah, dirinya telah ditugaskan untuk membacakan nota pengantar dalam rapat paripurna tersebut. Namun, hingga malam hari, materi yang akan disampaikan belum diterimanya.
“Dari pemerintah sudah siap. Saya malam ini hanya ditugaskan untuk baca nota pengantarnya saja,” kata Mahyunadi saat ditemui sejumlah awak media di Kantor DPRD Kutim
Lebih lanjut, Mahyunadi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab agenda paripurna tersebut batal. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD.
“Saya enggak tahu tadi masalahnya di mana, apakah dewan yang kurang atau materi yang belum siap,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari Sekretariat DPRD, jumlah anggota dewan yang hadir dinilai sudah mencukupi. Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa dirinya belum menerima materi yang harus dibacakan dalam paripurna.
“Kalau seandainya materi belum siap, ya saya balik. Karena saya hanya ditugaskan membaca malam ini,” katanya.
Di sisi lain, Mahyunadi menyebut pengesahan APBD Perubahan 2026 ditargetkan paling lambat 30 September 2026. Dengan waktu yang tersisa, pembahasan disebut masih dapat dilakukan melalui beberapa agenda rapat.
“Masih ada tiga rapat kayaknya. Cukup efektif sih, bisalah bisa tercapai,” ucapnya.
Karena itu, Mahyunadi menekankan, yang terpenting APBD Perubahan segera disahkan tanpa menyalahi aturan. Menurut dia, masyarakat menunggu kepastian anggaran tersebut karena berkaitan dengan berbagai kebutuhan pembangunan.
“Bagaimana yang penting APBD ini segera disahkan tanpa cacat aturan karena masyarakat menunggu APBD disahkan. Banyak sekali pembangunan yang dimau masyarakat,” ujarnya. (Caya/*)





