
Validasi Ulang Data ATS, Disdik Kutim Kembali Temukan NIK Ganda hingga Siswa di Luar Daerah
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus gencar melakukan verifikasi dan validasi data Anak Tidak Sekolah (ATS). Bahkan dalam proses verifikasi tersebut, kembali ditemukan ketidaksesuaian data mulai dari Nik ganda, hingga siswa di luar daerah.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, saat ditemui di Hotel Royal Victoria belum lama ini menjelaskan bahwa verifikasi lapangan menunjukkan banyak data yang tidak akurat.
“Dari hasil verifikasi, banyak ditemukan data yang tidak sesuai. Artinya anak tidak ditemukan di lapangan. Ada juga kasus satu anak memiliki hingga dua KK, dua sampai empat NIK, serta terdata ganda,” ungkap Heri kepada sejumlah awak media
Selain itu, menurut hery tim di lapangan menemukan anak yang tercatat belum pernah bersekolah di Kutim, tetapi ternyata sedang aktif menimba ilmu di luar daerah, seperti jenjang SD dan SMK di Sulawesi.
“Ditemukan pula anak yang sudah lulus SMA hingga masuk perguruan tinggi tetapi masih tercatat sebagai ATS, serta anak yang menempuh pendidikan di pesantren di luar Kutim,” ucapnya
Guna menyelesaikan persoalan ini, Heri menjelaskan adanya kolaborasi intensif antara operator desa dan operator dinas dalam berkoordinasi dengan sekolah di luar daerah untuk penarikan data. “Ke depan, Disdikbud Kutim berencana membuat aplikasi khusus untuk memigrasikan data valid dari Pusdatin agar dapat menyajikan angka riil ATS di Kutai Timur pada akhir tahun,” terangnya
Atas capaian progres tersebut, Heri menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para operator desa yang bekerja keras mendata di lapangan, bahkan kerap berkonsultasi hingga di atas jam 12 malam akibat kendala jaringan.
“Saya berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk teman-teman operator desa atas kerja keras mereka. Ketika mereka menemui masalah di lapangan jam berapapun, saya berusaha siap mendampingi dan memberikan solusi,” tuturnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan perkembangan setelah operator desa dan kelurahan turun melakukan verifikasi serta validasi data di lapangan. Data ATS yang sebelumnya mencapai sekitar 9.961 anak kini berada di angka 9.488.
Ia menyebutkan, bahwa perkembangan penanganan ATS terlihat dari penurunan jumlah data yang tercatat. Sekitar dua hari sebelumnya jumlah ATS masih berada di kisaran 9.500 lebih, sedangkan data terbaru yang dibuka Heri menunjukkan angka 9.488.
“Artinya turun, merek4 bekerja di lapangan dan itu membantu kita. Itu satu. Dan kalau pun ada angka ATS itu yang kurang berarti ada ATS itu yang kembali ke sekolah,” ujarnya.
Selain jumlah ATS, progres juga terlihat dari hasil verifikasi. Heri menyebut data yang telah diverifikasi sebelumnya masih berada di kisaran 4.000, sedangkan saat ini sudah mencapai 3.000 lebih dalam proses yang terus berjalan.
“Verifikasi tersebut dilakukan melalui sistem yang dapat diakses secara umum. Untuk masuk ke wilayah desa dan melakukan verifikasi, operator harus menggunakan akun yang telah disiapkan Disdikbud Kutim,”ucapnya (Caya/ADV/*)





