Pemkab Kutim Gelar Layanan Jemput Bola Penanganan Risiko Stunting di Bengalon

 

BENGALON – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Layanan Jemput Bola Stop Stunting di Kantor Camat Bengalon, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah intervensi masif untuk memvalidasi data dan menangani Keluarga Risiko Stunting (KRS) di wilayah tersebut.

Kecamatan Bengalon merupakan lokasi keempat pelaksanaan program prioritas Pemkab Kutim ini, setelah sebelumnya menyasar Kecamatan Teluk Pandan, Sangatta Selatan, dan Rantau Pulung.

Plh Kepala DPPKB sekaligus Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim, Yuriansyah, menyatakan bahwa penanganan KRS membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader desa, hingga swasta. Langkah “jemput bola” diambil guna memastikan pendampingan dan penanganan langsung di lapangan berjalan secara efisien.

“Dengan pendekatan jemput bola, kami memastikan seluruh keluarga yang masuk kategori berisiko mendapatkan pendampingan dan intervensi secara cepat dan tepat,” ujar Yuriansyah dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, Camat Bengalon sekaligus Ketua TPPS Kecamatan, Harun Al Rasyid, menekankan pentingnya pemutakhiran dan verifikasi data faktual di lapangan. Menurutnya, kerentanan KRS umumnya dipicu oleh keterbatasan sanitasi, ketiadaan akses air bersih, fasilitas jamban tidak layak, serta kondisi hunian.

Namun, Harun menyoroti adanya kriteria verifikasi yang perlu dikoreksi, seperti masuknya pasangan suami istri berusia di atas 40 tahun ke dalam kategori KRS akibat faktor usia, meski belum atau tidak memiliki anak.

“Penting membedakan antara penanganan anak yang sudah mengalami stunting dan langkah pencegahan pada KRS. Verifikasi data di tingkat tapak menjadi kunci agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” kata Harun.

Kegiatan sosialisasi dan audit data ini dihadiri oleh perwakilan TP-PKK Kutim, jajaran Kepala Desa se-Kecamatan Bengalon, perwakilan Dinas Kesehatan, Disdukcapil, unsur Forkopimcam, Penyuluh KB, serta pimpinan perusahaan swasta setempat.

Dalam agenda tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutai Timur juga menyerahkan secara langsung 20 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga penerima manfaat di Kecamatan Bengalon. (*)