Pemkab Kutim Siapkan Wajib Belajar 13 Tahun Mulai 2027, PAUD Bakal Wajib!

Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap menerapkan program wajib belajar 13 tahun pada 2027 mendatang. Kebijakan ini mewajibkan anak-anak mengenyam pendidikan di jenjang PAUD selama satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).

Kadisdikbud Kutim Mulyono menyebut program ini merupakan pengembangan dari kebijakan wajib belajar 12 tahun yang sudah ada. Fokusnya adalah membentuk karakter dan kesiapan belajar anak sejak dini.

“Tujuan utamanya adalah memberikan kepastian pendidikan sejak usia dini. Dengan fondasi yang lebih kuat, anak-anak akan lebih siap mengikuti proses pembelajaran di jenjang berikutnya,” kata Mulyono, Selasa (21/7/2026).

Mulyono menegaskan, program ini menjadi investasi jangka panjang Pemkab Kutim untuk mencetak SDM berkualitas. Menurutnya, anak yang sempat mencicipi PAUD punya kesiapan akademik dan sosial yang jauh lebih baik saat masuk SD.

Mulyono memastikan kesiapan infrastruktur PAUD di Kutim sudah sangat memadai. Saat ini, seluruh 139 desa dan 2 kelurahan di Kutim sudah memiliki minimal satu PAUD.

“Secara keseluruhan, jumlah satuan PAUD yang tersebar di berbagai wilayah telah mencapai lebih dari 300 lembaga,” ungkap Mulyono.

Dengan meratanya lembaga PAUD hingga ke wilayah pedalaman, tak ada lagi alasan anak-anak terkendala jarak untuk mendapatkan pendidikan usia dini.

Saat ini Pemkab Kutim tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum penerapannya di 2027. Setelah Perbup rampung, Disdikbud akan gencar melakukan sosialisasi ke desa-desa, sekolah, hingga orang tua murid.

Program ini digadang-gadang bakal melengkapi program beasiswa yang sebelumnya sudah berjalan di Kutim, demi menciptakan kesinambungan pendidikan dari PAUD hingga bangku kuliah.

“Pendidikan bukan sekadar ruang belajar, tetapi pelita yang menerangi arah pembangunan daerah. Melalui pendidikan yang berkualitas sejak usia dini hingga perguruan tinggi, kita berharap lahir generasi Kutai Timur yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (*)