
34 Klub Bertarung di Kaubun, PBVSI Kutim: Saatnya Cetak Atlet Nasional Baru
Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman resmi membuka Turnamen Bola Voli PBVSI Cup Zona V Tahun 2026 yang berpusat di Lapangan Voli Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Sabtu (20/6/2026). Ajang bergengsi ini diharapkan menjadi wadah penjaringan atlet voli lokal untuk menembus kancah nasional.
Ardiansyah mengapresiasi antusiasme penonton dan kesiapan panitia serta pengurus PBVSI Kutim yang langsung bergerak cepat menggelar kompetisi pascapelantikan. Menurutnya, turnamen ini tidak hanya soal olahraga, tetapi juga roda penggerak ekonomi.
“Turnamen seperti ini sangat penting untuk meningkatkan prestasi olahraga sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.
Di sela pembukaan turnamen, Ardiansyah juga menyinggung komitmen Pemkab Kutim dalam membangun SDM yang mandiri dan berdaya saing. Ia meminta perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kutim tidak sekadar berinvestasi, tetapi wajib memberikan dampak nyata bagi warga sekitar.
Secara khusus, Bupati memberikan apresiasi kepada salah satu perusahaan, PT GAM, yang dinilai sukses mengawal pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.
“Saya mengapresiasi PT GAM yang telah mendampingi pelaku UMKM dan ekonomi kerakyatan. Perusahaan tidak hanya berinvestasi, tetapi juga menjadi orang tua asuh bagi masyarakat agar mampu berkembang dan mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengkab PBVSI Kutim yang juga bernama Ardiansyah, menjelaskan bahwa penunjukan Kecamatan Kaubun sebagai tuan rumah Zona V merupakan langkah konkret pemerataan pembinaan prestasi. Zona V ini mencakup wilayah Sangkulirang, Sandaran, Karangan, Kaliorang, dan Kaubun (Sangsaka).
Sebanyak 34 klub dipastikan bertarung dalam turnamen ini. PBVSI Kutim optimistis kompetisi ketat ini bakal melahirkan talenta baru yang bisa mengikuti jejak atlet Kutim terdahulu di level nasional.
“Kami berharap turnamen ini melahirkan bibit-bibit baru yang kelak mengikuti jejak satu atlet kita yang sudah berhasil bertanding di tingkat nasional. Junjung tinggi sportivitas, karena moto kami di PBVSI adalah satu bola untuk seribu saudara,” kata Ketua PBVSI Kutim penuh semangat.
Kepercayaan menggelar turnamen di wilayahnya disambut hangat oleh Camat Kaubun, Saprani. Ia menilai turnamen ini menghadirkan dampak berganda (multiplier effect), baik dari sisi pembinaan pemuda dari kegiatan negatif hingga geliat pedagang kecil di sekitar lapangan.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Lorensius, turnamen ini terbagi dalam dua kategori sistem pertandingan dengan total 34 tim yang siap berlaga.
“Kegiatan ini diikuti oleh 18 tim putra dengan sistem open bebas—artinya dari mana saja bisa bergabung untuk bertanding—dan 16 tim voli putri khusus untuk wilayah Sangsaka,” urai Lorensius. Seluruh anggaran kompetisi ini bersumber dari pagu anggaran PBVSI Kabupaten Kutim.
Turnamen resmi dimulai setelah Bupati Ardiansyah Sulaiman melakukan servis pertama secara simbolis di tengah lapangan, disambut gemuruh tepuk tangan warga Kaubun yang memadati arena. (*)






