Tingkatkan Skill Pemuda Lokal, PAMA Bekali 179 Siswa Pelatihan Alat Berat

Kutai Timur – Sebanyak 179 pemuda lokal Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, resmi dikukuhkan sebagai operator alat berat bersertifikat. Mereka merupakan lulusan dari Legacy Training Program yang diselenggarakan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPCB.

​Prosesi wisuda bertajuk “Warisan Kompetensi untuk Masa Depan Berkelanjutan” itu digelar di Gedung Serbaguna SMKN 1 Bengalon, Jumat (22/5/2026). Para peserta telah melewati rangkaian pelatihan ketat dalam mengoperasikan Dump Truck Komatsu HD 785-7, unit raksasa dengan kapasitas mesin 30.000 cc.

​Project Manager PAMA KPCB, Sigit Nugroho, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata investasi perusahaan pada sumber daya manusia (SDM) lokal. Ia menyebut ilmu dan keterampilan yang diberikan kepada para pemuda adalah warisan yang jauh lebih berharga daripada teknologi alat berat itu sendiri.

​“Investasi terbesar bukan pada alat, tapi pada manusia. Kami ingin meninggalkan sesuatu yang lebih bermakna dan tidak lekang oleh waktu. Warisan itu adalah ilmu, keterampilan, dan harapan untuk masa depan,” ujar Sigit dalam sambutannya.

​Langkah untuk mencapai titik ini tidaklah mudah. Dari 207 pendaftar, hanya 179 orang yang dinyatakan lulus. Sebanyak 28 peserta lainnya gugur karena tidak memenuhi standar kompetensi dan aspek keselamatan kerja (safety) yang ditetapkan perusahaan.

​Tingkat seleksi yang ketat ini bukan tanpa alasan. Mengingat unit HD 785-7 memiliki kapasitas mesin setara 15 kali lipat mobil standar, kesalahan sekecil apa pun dalam pengoperasian berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa. Selama pelatihan, peserta digembleng mulai dari Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H), penguasaan panel, hingga prosedur ketat keselamatan kerja.

​Sebagai bentuk apresiasi, manajemen PAMA memberikan penghargaan berupa unit komputer kepada 50 lulusan terbaik dengan peringkat akademik dan praktik tertinggi.

​Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir menutup kegiatan tersebut, mengapresiasi kontribusi PAMA dalam meningkatkan kualitas pemuda lokal. Ia berpesan agar para lulusan dapat menjaga integritas dan kompetensi yang telah diraih.

​“Saya berpesan agar para lulusan yang kini telah memegang anugerah ilmu legal ini dapat menjaga amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi safety officer bagi diri sendiri saat berkarier di dunia industri kelak,” tegas Ardiansyah.

​Salah satu peserta lulusan, Hariandi, mengaku bersyukur bisa menuntaskan program pelatihan tersebut. Baginya, pengalaman dan sertifikasi yang didapat menjadi modal berharga untuk bersaing di dunia kerja.

​“Banyak manfaat yang kami dapatkan, mulai dari koneksi hingga pengalaman profesional. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal agar kami semua menjadi operator yang andal dan diinginkan oleh industri,” ucap Hariandi.

​Meski operasional proyek PAMA Site KPCB di Bengalon telah berakhir pada 19 Mei lalu, program ini menjadi babak baru bagi 179 pemuda tersebut untuk menatap masa depan yang lebih berkelanjutan melalui bekal kompetensi yang telah dikantongi. (*)