
Perkuat Peternakan Rakyat, Kelompok Peternak Terpadu ‘Mandiri Sangatta Borneo’ Resmi Dibentuk
Kutai Timur – Sejumlah peternak dan petani di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur resmi membentuk Kelompok Peternak Terpadu “Mandiri Sangatta Borneo”. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkuat sektor peternakan rakyat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Pembentukan kelompok ini disahkan dalam rapat pemantapan organisasi yang digelar di RT 02 Silpaduta, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, pada Selasa (19/5/2026).
Dilansir dari, berdasarkan hasil musyawarah, H. Andi M. Arafah dipercaya memimpin sebagai Ketua Kelompok. Sementara posisi Sekretaris dijabat oleh Mohamad Firman dan Bendahara dipercayakan kepada Siti Hamidah.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami ingin kelompok ini menjadi motor penggerak peternakan rakyat di Sangatta Selatan. Kami berharap ke depan peternak bisa lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Andi M. Arafah dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Rapat pembentukan ini dihadiri sekitar 30 peternak dan petani setempat. Hadir pula Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Peternakan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang bertugas di Kutai Timur, Ernawati.
Menariknya, rapat tersebut digelar di sebuah pondok lamin sederhana yang dibangun secara swadaya oleh Andi M. Arafah. Pondok ini berdiri di tengah kawasan peternakan terpadu seluas kurang lebih 7 hektare yang mengelola ribuan ekor itik, ayam, serta kolam budidaya ikan nila, mas, dan lele.
“Tempat ini memang kami bangun untuk wadah berkumpul dan rapat anggota. Harapannya, para peternak bisa lebih kompak, saling mendukung, dan bersama-sama mengembangkan usaha peternakan terpadu,” tambah Andi.
Kehadiran kelompok peternak terpadu ini mendapat respons positif dari Kementerian Pertanian. PPL Peternakan Kementan RI, Ernawati, mengapresiasi konsep peternakan terpadu yang memadukan unggas dan perikanan tersebut. Menurutnya, model ini berpotensi besar menjadi percontohan bagi wilayah lain.
Ernawati mengingatkan pentingnya legalitas kepengurusan bagi sebuah kelompok peternak. Hal ini akan memudahkan mereka dalam mengakses program-program pemerintah.
“Keberadaan kelompok peternak yang memiliki struktur organisasi dan legalitas jelas akan lebih mudah mendapatkan pembinaan, pelatihan, hingga akses program bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Ernawati.
Melalui kelompok “Mandiri Sangatta Borneo” ini, kelembagaan para peternak lokal diharapkan menjadi lebih solid, terarah, dan profesional, serta mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kutai Timur. (*)






