
35 Ketua RT di Singa Gewe Kutim Dapat Bantuan Motor Dinas dari Bupati
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyerahkan secara simbolis 35 unit sepeda motor operasional kepada para Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Singa Gewe, Kecamatan Sangatta Utara. Fasilitas ini diberikan untuk mengoptimalkan pelayanan publik di tingkat dasar.
Penyerahan kendaraan roda dua tersebut berlangsung di Halaman Sekretariat Daerah, kawasan Pusat Perkantoran Sangatta, Bukit Pelangi, Senin (18/5/2026). Agenda ini turut disaksikan oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Rizali Hadi.
Ardiansyah menegaskan bahwa pemberian motor dinas ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus stimulus dari pemerintah daerah (Pemda). Harapannya, koordinasi dan pelayanan administrasi langsung kepada masyarakat di wilayah Singa Gewe bisa lebih cepat.
”Ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para Ketua RT. Sekaligus dukungan agar pelayanan administrasi tingkat dasar kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal,” kata Ardiansyah, Senin (18/5/2026).
Kelurahan Singa Gewe menjadi wilayah terbaru yang menerima realisasi program pengadaan motor operasional ini. Sebelumnya, Pemkab Kutim telah merampungkan penyaluran bantuan serupa di beberapa kelurahan dan desa lain secara bertahap pada periode anggaran sebelumnya.
Terkait waktu penyaluran yang baru terealisasi, Ardiansyah menjelaskan hal tersebut berkaitan erat dengan manajemen skala prioritas anggaran yang diterapkan Pemkab Kutim. Menurutnya, skema pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara cermat.
”Kita mengatur sedemikian rupa agar seluruh program kerja daerah, baik infrastruktur fisik maupun program pemberdayaan masyarakat seperti ini, dapat berjalan beriringan secara seimbang,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemda dituntut untuk menjaga keseimbangan alokasi anggaran. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur fisik berskala besar dan peningkatan pelayanan publik di tingkat RT dapat terus berjalan tanpa saling mengorbankan.
”Dengan kondisi kekinian yang dialami oleh beberapa pemda, kita masih tetap mempertahankan program ini meski agak terhambat untuk beberapa desa dan kelurahan,” tutur Ardiansyah. (*)






