Umat Hindu di Sangatta Gelar Pawai Ogoh-Ogoh

SANGATTA – Suasana perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 di Kabupaten Kutai Timur berlangsung semarak dan penuh kekhidmatan dengan guyuran hujan. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang diikuti umat Hindu, dengan pengamanan ketat serta kehadiran langsung Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto. Rabu (18/3/2026) sore

Tak sekadar melakukan pemantauan, Kapolres Kutim juga turut mengiringi jalannya pawai ogoh-ogoh bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Kutai Timur itu memberikan rasa aman sekaligus menambah semangat peserta pawai yang menampilkan berbagai ogoh-ogoh dengan kreativitas tinggi.

Pawai ogoh-ogoh sendiri merupakan rangkaian penting dalam perayaan Nyepi, yang melambangkan pembersihan diri dari sifat-sifat negatif sebelum memasuki hari suci. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan arak-arakan yang berjalan tertib dan lancar di bawah pengamanan aparat kepolisian.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutai Timur, I Gusti Bagus Oka Mahendra, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polres Kutai Timur dalam mengamankan jalannya kegiatan. Ia juga menilai kehadiran langsung Kapolres menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Kami sangat mengapresiasi pengamanan yang dilakukan serta kehadiran Bapak Kapolres Kutai Timur. Ini memberikan rasa aman bagi umat Hindu yang melaksanakan rangkaian Nyepi, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan khidmat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan seluruh rangkaian perayaan Nyepi.

“Kami dari Polres Kutai Timur melaksanakan pengamanan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pawai ogoh-ogoh ini, dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kehadiran kami di tengah masyarakat juga sebagai bentuk pelayanan serta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis serta melibatkan berbagai unsur terkait demi menciptakan situasi yang kondusif.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Momentum Nyepi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi, saling menghormati, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” tambahnya.

Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, perayaan Nyepi tahun ini di Kutai Timur tidak hanya berjalan aman, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dalam keberagaman. (*)