PWI Kutim Tekankan Pentingnya Kode Etik dan Sertifikasi Wartawan di Momen Peringatan HPN

SANGATTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadikan momentum Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus buka puasa bersama sebagai ajang penguatan profesionalisme jurnalis. Dalam kegiatan tersebut, PWI menekankan bahwa penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan kepemilikan sertifikasi kompetensi adalah syarat mutlak bagi wartawan di tengah disrupsi informasi digital.

Ketua PWI Kutim, Wardi, mengungkapkan bahwa lanskap media telah mengalami perubahan drastis. Jika dahulu arus utama informasi didominasi oleh media cetak, kini kemajuan teknologi memungkinkan siapa saja untuk memiliki platform sendiri dan menyebarkan informasi dengan mudah.

“Dulu kita mengenal media mainstream, terutama media cetak. Sekarang hampir setiap orang bisa memiliki platform sendiri untuk membagikan berita. Kondisi ini menuntut jurnalis untuk tetap berpegang teguh pada jati diri profesinya,” ujar Wardi di hadapan para undangan di Sangatta.

Wardi menegaskan, untuk menjaga kepercayaan publik, setiap jurnalis wajib membekali diri dengan ilmu yang sesuai dengan kode etik. Selain itu, kepemilikan sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi standar profesionalitas yang tidak bisa ditawar.

“Wartawan harus selalu menjadikan kode etik jurnalistik sebagai pedoman bekerja. Tujuannya agar informasi yang disampaikan benar-benar akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui prinsip cover both side,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim, Ronny Bonar, menyatakan dukungannya terhadap upaya PWI dalam meningkatkan kapasitas jurnalis. Ia menyebut bahwa pemerintah daerah berkepentingan agar pers di Kutim diisi oleh tenaga-tenaga profesional yang memiliki legalitas jelas.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat penting. Kami terus mendorong wartawan di Kutim untuk meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan maupun UKW, sehingga profesionalitas dalam dunia jurnalistik tetap terjaga,” kata Ronny.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga menjadi ajang refleksi dan silaturahmi antara insan pers dengan berbagai stakeholder. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari, Kodim 0909/KTM, Lanal Sangatta, dan Polres Kutim, BIN Korwil Kutim. PT KPC, PT DSN dan Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT).

Melalui sinergi ini, diharapkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di Kutai Timur dapat semakin kuat, terutama dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan dan pembangunan pemerintahan secara objektif. (caya/*)