Malam Nuzulul Qur’an 1447 H, Bupati Kukar Aulia Rahman Ajak Warga Jadikan Al-Qur’an Lentera Peradaban

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an Tahun 1447 H / 2026 M dengan penuh kekhidmatan di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong, Minggu (8/3/2026) malam.

Acara yang menyatukan unsur pimpinan daerah, tokoh agama, dan ribuan masyarakat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritualitas di tengah modernitas.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., menekankan bahwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar peringatan sejarah turunnya kitab suci, melainkan lentera bagi umat manusia untuk membangun peradaban yang unggul.

“Al-Qur’an diturunkan sebagai panduan untuk membangun peradaban yang berlandaskan iman dan ilmu pengetahuan. Wahyu pertama ‘Iqra’ adalah isyarat kuat bahwa umat Islam harus memiliki keimanan yang kokoh sekaligus pengetahuan yang terus berkembang,” ujar Bupati Aulia di hadapan para jemaah.

Beliau juga mengingatkan pentingnya prinsip Khairunnas Anfa’uhum Linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain—sebagai puncak kemuliaan individu dalam bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aulia kembali menggaungkan program unggulan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) Idaman Terbaik. Program ini merupakan salah satu pilar dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman yang dirancang untuk membentuk akhlakul karimah pada generasi muda.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mentadabburi Al-Qur’an. Melalui program GEMA Idaman, kita ingin membangun benteng spiritual bagi anak-anak kita dalam menghadapi arus budaya modern, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan menjadi teladan,” imbuhnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kukar, Sekretaris Daerah, serta pimpinan organisasi keagamaan seperti PC NU, PD Muhammadiyah, MUI, dan BAZNAS.

Puncak peringatan diisi dengan tausiyah mendalam dari KH. Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU sekaligus Majelis Pertimbangan MUI Pusat. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas kemukjizatan Al-Qur’an dan bagaimana nilai-nilainya tetap relevan sebagai solusi dalam menghadapi tantangan kehidupan modern saat ini.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan mampu menumbuhkan kesalehan individu dan sosial, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)