
Miris! 915 KK di Sangatta Utara Ternyata Belum Nikmati Air PDAM dan 11 Titik di 11 RT belum Teraliri Listrik PLN
SANGATTA – Sebagai pusat pemerintahan dan jantung ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kecamatan Sangatta Utara seharusnya menjadi wilayah dengan fasilitas paling mapan. Namun, fakta mengejutkan terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar pada 11-12 Februari 2026. Tercatat, sebanyak 915 Kepala Keluarga (KK) di wilayah ini ternyata belum menikmati layanan air bersih dari PDAM.
Ironi layanan dasar ini menjadi sorotan utama di antara 80 usulan pembangunan yang dihimpun dari tiga desa dan satu kelurahan. Selain krisis air bersih, forum tersebut juga mengungkap adanya 11 titik di 11 RT di Sangatta Utara yang hingga saat ini belum teraliri listrik PLN.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Menurutnya, pemenuhan air bersih dan energi adalah hak dasar warga yang tidak bisa ditunda lagi, terutama di wilayah dengan kepadatan populasi tinggi seperti Sangatta Utara.
“Kami sudah berdiskusi dengan pihak PDAM untuk membedah di mana titik permasalahannya. Kami ingin tahu kenapa layanan air ini belum menyentuh 915 KK tersebut,” ujar Hasdiah di Kantor BPU Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (12/2/2026).
Minimnya akses air bersih dan listrik ini ditengarai menjadi salah satu pemicu tingginya risiko kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Musrenbang, terdapat 3,686 keluarga di Sangatta Utara yang masuk kategori berisiko stunting, dengan 345 anak yang sudah teridentifikasi mengalami stunting.
Hasdiah menegaskan bahwa perbaikan layanan dasar seperti air dan sanitasi adalah kunci utama menekan angka stunting. Tanpa air bersih, upaya intervensi gizi tidak akan berjalan maksimal.
Guna mencari solusi konkret, pihak kecamatan berencana melakukan aksi jemput bola. Hasdiah mengajak perwakilan PDAM dan PLN untuk turun langsung ke lapangan guna memetakan hambatan teknis yang selama ini terjadi.
“Kami akan turun bersama-sama ke titik-titik tersebut untuk melihat langsung permasalahannya di mana. Apakah kendala di jaringan atau hal lain, agar segera ada tindak lanjut,” tegasnya.
Di samping isu layanan dasar, infrastruktur drainase untuk penanganan banjir lokal dan pengelolaan sampah tetap mendominasi usulan warga. Hasdiah menekankan pentingnya normalisasi drainase di sepanjang Jalan Yos Sudarso 1 hingga 4 yang sering menyebabkan air meluap ke pemukiman dan sekolah-sekolah saat hujan turun.
Meskipun banyak usulan dari tahun sebelumnya yang belum terealisasi, Hasdiah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan warga Sangatta Utara ini ke tingkat kabupaten.
“Usulan-usulan ini adalah skala prioritas bagi masyarakat. Kami akan terus kawal agar layanan dasar dan infrastruktur di pusat kota ini bisa segera dibenahi,” pungkasnya. (*)






