
Polsek Rantau Pulung Gelar Jumat Curhat Bersama Guru SMPN 1, Bahas Kenakalan Remaja hingga Balap Liar
Kutai Timur – Polsek Rantau Pulung menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama para guru SMP Negeri 1 Kecamatan Rantau Pulung sebagai wadah dialog dan komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat, khususnya tenaga pendidik, di Warung Kopi Cikas Pandawa, Desa Margomulyo, Kutai Timur (Kutim), Jumat (30/1/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Rantau Pukung IPTU Herianto dan dihadiri oleh Bhabinkamtibmas AIPTU Roman, Ps. Kanit Intel Bripka Ricky, delapan orang guru SMPN 1 Rantau Pulung, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Rantau Pulung IPTU Herianto menyampaikan program Jumat Curhat merupakan kebijakan Mabes Polri yang bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus menyerap langsung berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian. Jumat Curhat ini menjadi sarana komunikasi dua arah agar Polri dapat mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kenakalan remaja,” ujar IPTU Herianto.
Dalam sesi dialog, para guru menyampaikan sejumlah keluhan dan masukan. Salah satunya disampaikan oleh Guru SMPN 1 Rantau Pulung, Adi, yang menyoroti masih adanya siswa yang bolos sekolah dan kerap nongkrong di kawasan angkringan SP3. Ia berharap pihak kepolisian dapat membantu melakukan penertiban.
Sementara itu, Guru Nina menanyakan langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Tokoh masyarakat, Suyanto, juga meminta agar Polsek Rantau Pulung meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap pelajar yang melakukan balap liar dan menggunakan knalpot brong.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Rantau Pulung menegaskan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan pihak sekolah dan masyarakat dalam menanggulangi berbagai persoalan remaja.
“Kami siap membantu pengawasan, namun tetap perlu kerja sama dan koordinasi dengan pihak sekolah. Untuk siswa yang bolos, penanganan utamanya tetap menjadi kewenangan sekolah dengan memanggil orang tua. Kepolisian akan mendukung apabila diperlukan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan Polsek Rantau Pulung secara rutin melaksanakan razia knalpot brong sebagai upaya menekan balap liar dan gangguan ketertiban umum.
“Kami juga menghimbauan masyarakat terkait kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, potensi banjir, dan tanah longsor, serta mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas pelaksanaan Jumat Curhat yang dilakukan Polsek Rantau Pulung bersama para guru.
“Peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja, balap liar, serta gangguan kamtibmas lainnya,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
AKBP Fauzan menegaskan Polres Kutai Timur berkomitmen mendukung setiap langkah preventif dan edukatif yang dilakukan jajaran Polsek untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
“Dengan komunikasi yang baik melalui Jumat Curhat, setiap permasalahan dapat diantisipasi lebih awal sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga,” pungkasnya. (*)






