Polairud Polres Kutim Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berlayar di Wilayah Pesisir Sangkulirang

Kutim – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Timur (Kutim) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan berlayar sekaligus patroli dan himbauan kamtibmas kepada masyarakat pesisir di Kecamatan Sangkulirang, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan dipimpin Kapospol Maloy Sat Polairud Polres Kutim dan berlangsung di empat titik, yakni Pasar Sangkulirang, Perairan Sangkulirang, area penyeberangan, serta pemukiman masyarakat pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi tentang pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk kewajiban menggunakan alat keselamatan standar seperti life jacket, pemeriksaan kondisi kapal sebelum berlayar, serta kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Selain itu, personel juga menyampaikan himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan laut, serta mengajak masyarakat melaporkan segera jika menemukan aktivitas yang mencurigakan di wilayah pesisir.

Selain sosialisasi, petugas juga melakukan patroli perairan untuk memastikan tidak adanya pelanggaran ataupun kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna transportasi laut.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, memberikan apresiasi atas kegiatan preventif yang dilakukan jajaran Sat Polairud. Ia menegaskan edukasi keselamatan berlayar harus terus digencarkan mengingat wilayah Kutim memiliki garis pesisir yang luas dan aktivitas laut yang cukup tinggi.

“Keselamatan masyarakat di perairan adalah prioritas kami. Sosialisasi seperti ini sangat penting agar masyarakat lebih sadar akan risiko dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas,” tegas Kapolres AKBP Fauzan.

AKBP Fauzan mengungkapkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat pesisir tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga memberikan pendampingan dan rasa aman.

“Polairud bukan hanya menjaga laut, tetapi juga menjaga masyarakatnya. Kami ingin memastikan semua aktivitas—baik nelayan, penumpang, maupun pelaku usaha—berjalan aman dan tertib,” tutupnya. (*)