
Datangi Warga Pedalaman, Wabup Kutim Disambut Keluhan Perbaikan Infrastruktur
Muara Ancalong – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengunjungi Desa Long Poq Baru, Kecamatan Muara Ancalong, Selasa (10/12/2025) dalam agenda non-protokoler. Kunjungan tersebut langsung diwarnai keluhan mendasar dari 167 kepala keluarga (432 jiwa) desa transmigrasi 1993 tersebut, terutama mengenai akses jalan, minimnya tenaga medis, dan kurangnya alat pertanian.
Mahyunadi menegaskan tujuannya untuk menjaring aspirasi langsung. “Saya ingin mendengar langsung keluhan dan curhat mereka, apa sebenarnya yang paling mereka butuhkan,” ujarnya di hadapan warga
Fokus utama keluhan warga adalah kondisi jalan poros Long Tesak-Long Poq Baru sepanjang 17 kilometer yang menjadi jalur vital ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Perbaikan akses ini dinilai mendesak untuk menopang perputaran ekonomi lokal.
Selain infrastruktur, sektor kesehatan menunjukkan tantangan akut. Puskesmas Pembantu (Pustu) Long Poq Baru dilaporkan hanya dioperasikan oleh satu bidan, tanpa dukungan perawat.
Sementara itu, Ransi, bidan yang telah mengabdi selama 11 tahun, menyampaikan harapan langsung mengenai keterbatasan layanan. “Saya sudah bertugas sebelas tahun di desa ini. Harapan saya ada tambahan tenaga perawat agar pelayanan kepada warga bisa lebih maksimal,” ungkapnya. Warga juga mendesak pembenahan fisik Pustu dan perbaikan mess guru yang kondisinya sudah tua.
Di sektor pertanian, Harun, seorang transmigran sejak 1993, menyoroti metode pengolahan lahan yang masih manual. Warga meminta dukungan alat pertanian modern seperti mesin pengolah tanah dan alat panen untuk meningkatkan hasil dan efisiensi.
Meskipun mengapresiasi bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 450 VA dari Pemprov Kaltim yang beroperasi sepuluh jam sehari, warga tetap mengharapkan solusi listrik permanen.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wabup Kutim Mahyunadi menyatakan pemerintah akan mengkaji solusi listrik permanen melalui Program APDAL (Alat Penyimpanan Daya Listrik) dari PLN.
“Kita akan lihat dulu keandalan dan kesiapan teknis APDAL ini, apakah bisa menopang kebutuhan listrik warga secara lebih stabil,” jelas Mahyunadi. (*)






