DPRD Kutim Minta Dana Desa Dilakukan Audit Menyeluruh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Aidil Fitri

SANGATTA. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) minta agar ada tim audit melakukan audit  alokasi dana desa (ADD) tahun 2024. Sebab jumlah dana saat itu Rp1 triliun 14 Miliar,  suatu jumlah yang sangat besar. Namun, dari pertangunjawabannya dinyatakan terealisasi sebanyak 99 persen, suatu persentasi yang sangat tinggi . Demikian dikatakan anggota DPRD Kutim Aidil Fitri kepada sejumlah awak media belum lama ini

“Kita minta agar ADD tahun 2024 dilakukan audit. Sebab dananya cukup besar, ada Satu triliun 14 miliar rupiah. Dari laporan pertanggujawabannya, katanya,  terealisasi 99 persen. Ini persentasi yang sangat besar, rasanya tidak masuk akal. Karena itu, perlu dilakukan audit secara menyeluruh,” kata Aidil Fitri kepada media ini belum lama ini.

Dikatakan, pemeriksaan harus dilakukan terhadap semua desa, jangan system sampel, jangan hanya  acak tapi diperiksa semua. Tim pemeriksa harus benar-benar turun ke desa-desa melakukan pemeriksaan, untuk memastikan laporan yang dibuat desa, itu benar adanya .

Kalau desa tersebut, benar-benar menggunakan dana tersebut dengan benar, dengan capaian persentasi sesuai laporan mereka,  untuk pembangunan, wajar diberikan penghargaan atau rewart. Namun sebaliknya, yang penyerapannya kurang harus diperiksa untuk mengetahui penyebabnya apa.

Diakui, ada instruksi dari wakil Bupati Kutim Mahyunadi agar Inspektorat Wilayah (Itwil) melakukan audit terhadap 80 desa, yang dicurigai ada masalah. DPRD sangat menudukung instruksi tersebut.  Namun hingga kini DPRD belum mendapat laporan hasil pemeriksaan  dari Itwil.

“Kami belum dapat hasil pemeriksaan. Mungkin nanti setelah rampung seluruhnya, baru mereka laporkan,” Pungkasnya (Caya/*/ADV)