
Proyek Tahun Jamak Senilai Rp2,1 T Masih Mungkin Berkurang
SANGATTA. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Jimmi mengatakan dalam pembahasan proyek tahun jamak pertama, ada 32 usulan yang masuk. Namun, masih ada kemungkinan jumlah itu akan berkurang.
“Di pembahasan Proyek MY (multi years) ada 32 usulan proyek. Tapi, masih ada kemungkinan jumlah itu akan berkurang,” katanya pada wartawan, usai pembahasan MY beberapa hari lalu di kantor DPRD Kutim.
Disebutkan, banyaknya usulan proyek MY, karena masing-masing DPRD, dari dapil, juga punya usulan.
Disebutkan, beberapa usulan DPRD diantaranya pembangunan jalan- jembatan. Sebab masing-masing DPRD mendorong pembangunan yang merupakan prioritas kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Soal kemungkinan diakomodir, Jimmi mengatakan masih akan ada revisi serta pembahasan berikutnya sehingga masih harus menunggu perkembangan terakhir saat pembahasan pada Senin (17/11). Nanti saat itu dilihat seberapa optimal usulan masyarakat itu disetujui, yang dapat dilaksanakan.
“Mayoritas usulan DPRD itu infrastruktur. Karena MY ini sifatnya tiga tahun anggaran. Salah usulan adalah pengembangan stadion Kudungga. Karena kawasan ini ada sekitar 50 hektar lebih. Dimana pemanfaatannya belum maksimal, serta penataan agar lebih baik. Sebab masih ada kawasan yang masih batu merah, yang perlu dimaksimalkan, agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Diakui, dari 32 item pekerjaan, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp2,1 triliun. Namun itu juga masih bisa turun, karena nilai Rp2,1 itu masih berupa simulasi. “Riilnya itu tergantung persetujuan DPRD nanti, setelah pemerintah memformulasikan sesuai dengan apa yang disetujui DPRD,” katanya.
Terkait dengan rencana pembangunan kantor instansi vertical, Jimmi mengatakan tidak ada yang masuk program MY. “pembangunan Kantor Instansi Vertikal tidak ada yang masuk MY. Masuknya di kontrak tahunan saja. Tahun depan, memang ada,” pungkasnya (*/ADV)






