
Pemkab Kutim Targetkan Pecahkan Rekor MURI dalam Festival Literasi 13.000 Siswa
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan memadati kalender akhir tahun 2025 dengan serangkaian kegiatan besar di bidang seni, budaya, dan literasi. Puncak dari program ini adalah pelaksanaan Festival Literasi Daerah yang ambisius, yang menargetkan pemecahan rekor MURI dengan melibatkan 13.000 siswa.
Pengumuman rencana kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, bersamaan dengan penutupan Festival Magic Land Kutim 2025 di Polder Ilham Maulana pada Minggu (16/11/2025) malam.
Menurut Mulyono, Festival Literasi Daerah akan berlangsung dari akhir November hingga 4 Desember 2025.“Festival Literasi Daerah akan melibatkan 13.000 siswa dan siswi SD dan SMP se-Kutim. Ini kemungkinan besar akan mencapai rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak,” ungkap Mulyono.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis. Pemenang utama dari festival tersebut bahkan direncanakan akan diikutsertakan dalam Festival Literasi Nasional di Jakarta.
Sebelum Festival Literasi, Disdikbud Kutim telah menjadwalkan sejumlah event utama lainnya:
| Tanggal | Kegiatan | Lokasi | Keterangan |
| 17–18 November 2025 | Pameran Budaya Sejarah Islam | Masjid Agung Al Faruq | Dilanjutkan dengan seminar dan lomba keagamaan (Hapsi, Mawaran) untuk mengulas peradaban Islam di Kutim. |
| 21–23 November 2025 | Festival Pesona Budaya Kutim | Alun-alun Bukit Pelangi | Ajang penampilan berbagai kebudayaan lokal Kutim. |
| 23 November 2025 | Erau Adat Basap | Desa Kerayaan Bilas Sangkulirang | Pelaksanaan acara adat tradisional. |
| 28–30 November 2025 | Festival Musik Anti Narkoba | Eks Terminal Desa Sepaso, Bengalon | Kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui seni. |
Bupati Ardiansyah Sulaiman sendiri menegaskan bahwa dorongan terhadap berbagai event seni, budaya, dan olahraga adalah bagian dari strategi pemerintah daerah. Strategi ini bertujuan untuk menjadikan kekayaan lokal sebagai modal daerah yang luar biasa, sehingga mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi masyarakat Kutim. (Caya/ADV)






