Bupati Sebut Kutim Kaya Potensi Biomassa Namun Pemanfaatan Energi Terbarukan Belum Optimal

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman

Sangatta – Potensi Sumber Energi Terbarukan (EBT) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilaporkan sangat melimpah, khususnya dari sektor biomassa yang berasal dari limbah perkebunan kelapa sawit. Meskipun demikian, pemanfaatan sumber daya ini dinilai belum optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara keseluruhan.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penggunaan EBT, khususnya biomassa, untuk pembangkit listrik.

“Kita memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah, terutama dari biomassa, yaitu limbah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Karena itu, kami sangat mendukung penggunaan sumber energi terbarukan ini, terutama untuk pembangkit listrik,” kata Bupati Ardiansyah belum lama ini

Sejumlah perusahaan perkebunan di Kutim telah menggunakan biomassa untuk memenuhi kebutuhan listrik internal mereka. Besarnya volume limbah biomassa yang dihasilkan menjadikan potensi ini sangat signifikan.

Namun, pemanfaatan energi biomassa sebagai sumber listrik ini pada umumnya masih terbatas untuk kebutuhan operasional perusahaan.

Meskipun ada beberapa perusahaan yang sempat menyalurkan kelebihan daya (excess power) mereka kepada masyarakat di luar kawasan melalui jaringan PLN, seperti yang dilakukan oleh PT Telen di Karangan dan Muara Bengkal, mekanisme ini telah diambil alih sepenuhnya oleh PLN seiring dengan masuknya jaringan listrik utama.

Selama ini, upaya Pemerintah Kabupaten Kutim dalam pemanfaatan EBT berfokus pada energi panas matahari (solar cell). Anggaran besar telah dialokasikan untuk pengadaan solar cell, terutama untuk penerangan jalan, baik di dalam maupun di luar kota.

Sementara itu, potensi EBT lainnya di Kutim, seperti tenaga panas bumi, air, dan angin, hingga kini belum termanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi utama. (Caya/ADV)