
Sentuhan Mantan Guru! Ardiansyah Sulaiman Jamin Tiap Anak Kutim Dapat Seragam Lengkap Hingga Beasiswa Hafiz
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi menjadikan bidang pendidikan sebagai salah satu dari 50 program unggulan mereka. Komitmen ini diwujudkan dengan janji pemberian berbagai bantuan sekolah gratis, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP, serta program beasiswa bagi mahasiswa dan penghafal Al-Qur’an.
Bupati Ardiansyah Sulaiman, yang merupakan mantan guru, menjelaskan bahwa program unggulan ini dirancang untuk meringankan beban orang tua dan memastikan hak pendidikan bagi seluruh anak Kutim.
“Bidang pendidikan merupakan salah satu program unggulan kita. Di dalam program ini, kita akan memberikan pakaian sekolah empat set, sepatu, buku, hingga tas sekolah. Ini diberikan pada anak PAUD, SD, hingga SMP,” ujar Ardiansyah kepada wartawan beberapa hari lalu.
Bantuan perlengkapan sekolah gratis ini akan mencakup seluruh siswa mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain bantuan perlengkapan, Pemkab Kutim juga akan meluncurkan beasiswa simultan, termasuk program Kutim Tuntas untuk mahasiswa, serta beasiswa khusus untuk anak penghafal Al-Qur’an.
“Beasiswa penghafal Al-Qur’an ini merupakan beasiswa prestasi, serta kurang mampu, tapi ada jenjangnya, mulai jenjang SD hingga SMP,” tambahnya.
Terkait dengan data dugaan 13.000 anak tidak sekolah (ATS) di Kutim, Bupati Ardiansyah mengakui sedang melakukan validasi intensif. Dari sekitar 50% data yang sudah divalidasi di tingkat kecamatan, ditemukan sekitar 9.000 anak yang benar-benar tidak bersekolah.
Bupati meminta Dinas Pendidikan untuk terus memvalidasi data di seluruh kecamatan. Ia juga menyoroti masalah kependudukan, di mana banyak kasus anak tidak sekolah disebabkan oleh status orang tua yang merupakan pendatang dan belum memiliki Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Memang kita lihat di pinggir jalan ada anak yang tidak sekolah. Tapi, ternyata orang tuanya memang pendatang, belum ada KTP. Jadi masalah KTP orang tua ini juga jadi persoalan bagi pendidikan anak. Untuk itu saya minta juga pada Disdukcapil untuk memaksimalkan pendataannya bagi warga yang memang belum memiliki KK dan KTP,” tegas Ardiansyah Sulaiman. (Caya/*/ADV)






