
Ardiansyah Pimpin Perjuangan Masyarakat Pesisir Kutim Menuju Kabupaten Sangkulirang
Sangkulirang – Di balik deru ombak dan kehidupan nelayan di pesisir timur Kutai Timur, tersimpan sebuah harapan besar yang kini mulai menemukan jalannya. Harapan itu adalah terbentuknya Kabupaten Sangkulirang, sebuah calon daerah otonomi baru (CDOB) yang digadang-gadang akan membawa kemandirian dan pemerataan pembangunan bagi masyarakatnya.
Wacana pemekaran ini bukanlah sekadar impian, melainkan langkah nyata yang kini tengah bergulir. Momentum penting datang saat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI memasukkan Kabupaten Sangkulirang sebagai salah satu usulan CDOB dari Kalimantan Timur. Dukungan ini memicu antusiasme masyarakat dan tokoh-tokoh lokal, yang segera bergerak membentuk Tim Pemekaran Kabupaten Sangkulirang.
Tim ini dibentuk untuk mengawal setiap tahapan, mulai dari proses administratif hingga dukungan politik. H. Ardiansyah, S.IP., seorang anggota DPRD Kutai Timur, didapuk sebagai ketua. Bersama Akhmad Sulaeman, S.Pd.I. sebagai sekretaris dan Sayyid Umar, S.Ag., M.Ag. sebagai bendahara, tim ini bekerja untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar.
Ketiganya merupakan perwakilan legislatif dari wilayah yang akan menjadi cakupan Kabupaten Sangkulirang, yaitu Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, dan Karangan.
Ardiansyah menjelaskan bahwa timnya akan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Tim 9 yang dipimpin oleh Prof. Juremi. “Kami sedang menunggu rekomendasi dari Bupati Kutai Timur kepada Ketua DPRD sebagai dasar untuk rapat paripurna,” jelasnya.
Setelah rekomendasi DPRD terbit, dokumen tersebut akan diteruskan ke Pemerintah Provinsi dan DPD RI. Dukungan dari Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, sudah didapatkan secara prinsip. Saat ini, Bagian Hukum Setkab Kutai Timur sedang merampungkan draf resmi yang akan ditandatangani bupati.
Optimisme terhadap terwujudnya Kabupaten Sangkulirang didasari oleh berbagai potensi yang dimilikinya. Menurut Ardiansyah, wilayah Sangkulirang sangat layak untuk berdiri mandiri. “Kami punya Pelabuhan Internasional Maloy, industri semen, tambang batubara, perkebunan kelapa sawit yang luas, serta potensi kelautan dan kehutanan,” ujarnya.
Tak hanya sumber daya alam, Sangkulirang juga kaya akan sumber daya manusia (SDM). “Banyak tokoh besar berasal dari Sangkulirang, termasuk mantan Gubernur dan anggota DPR RI. Kami tidak kekurangan kemampuan,” tegas Ardiansyah.
Senada dengan Ardiansyah, Sayyid Umar menambahkan bahwa pemekaran ini bukan sekadar soal wilayah, melainkan strategi untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan layanan publik. “Masyarakat sudah sangat siap. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat kemajuan wilayah pesisir,” tuturnya.
Proses pemekaran ini masih panjang, namun dengan semangat kolaboratif dari masyarakat, tokoh lokal, dan wakil rakyat, harapan untuk memiliki Kabupaten Sangkulirang yang mandiri kini berada di ambang kenyataan. Langkah-langkah strategis yang diambil hari ini akan menentukan masa depan kawasan pesisir Kutai Timur, membawa harapan baru untuk kemajuan yang lebih merata dan berkelanjutan. (*)






