Tiga Proyek Strategis Kutim, Irwan Siap Bantu Fasilitasi ke Pemerintah Pusat

SANGATTA – Bendahara Umum Partai Demokrat, Irwan Fecho, mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memprioritaskan tiga agenda strategis dalam pembangunan daerah. Tiga agenda tersebut adalah optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, percepatan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, serta kelanjutan pembangunan Bandar Udara Sangkima.

 

Hal itu disampaikan Irwan saat berbincang dengan awak media di Kedai Kopi Meet Point, Jalan APT Pranoto, Sangatta Utara, Selasa (8/4) malam.

 

Sebagai putra daerah Kutai Timur, Irwan menilai KEK Maloy sebagai salah satu proyek penting yang harus segera diaktifkan kembali.

 

“KEK Maloy ini sudah lebih dari 10 tahun tidak fungsional. Artinya, investasi belum juga masuk. Perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah,” ujar mantan anggota Komisi V DPR RI tersebut.

 

Irwan menyebut saat ini ada peluang untuk menghidupkan kembali KEK Maloy melalui program transmigrasi lokal, sebuah inisiatif baru dari Kementerian Transmigrasi. Berbeda dari pola lama, program ini dirancang dengan konsep pemukiman modern yang terintegrasi dengan infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan akses jalan, serta tetap menjaga kearifan lokal.

 

“Ini bukan seperti transmigrasi di Rantau Pulung atau Kaubun. Konsepnya lebih modern dan tertata, tidak hanya memindahkan masyarakat tapi juga membangun kawasan secara menyeluruh,” jelasnya.

 

Ia meyakini, jika program ini dijalankan, KEK Maloy bisa berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Kalau KEK Maloy aktif, akan menjadi magnet ekonomi baru. Seperti bunga yang akan didatangi kumbang,” ucap Irwan.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan telah berdiskusi dengan Bupati Kutim terkait rencana audiensi dengan Kementerian Transmigrasi. Rencana tersebut akan dilanjutkan hingga ke Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, dengan tujuan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

 

Selain KEK Maloy, Irwan juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan. Ia menyebut, pelabuhan ini bisa segera difungsikan jika mendapat dukungan dari APBD.

 

“Waktu saya di Komisi V, kita sudah bantu Rp100 miliar dari APBN. Sekarang tinggal dorongan dari APBD. Saya yakin, paling lambat awal 2026 pelabuhan ini bisa difungsikan,” ungkapnya.

 

Irwan juga menyoroti keberlanjutan pembangunan Bandar Udara Sangkima yang dinilainya tidak boleh dibiarkan mangkrak. Ia menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan antara Pemkab Kutim dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kehutanan guna mempercepat realisasi proyek tersebut.

 

“Tiga proyek ini harus berjalan bersamaan. Saat KEK Maloy aktif, pelabuhan harus fungsional, dan bandara harus beroperasi. Ini penting untuk masa depan Kutim,” pungkasnya (*)