DPPKB Kutim Fokus Tangani Stunting, PMT Disalurkan Selama Enam Bulan

Sangatta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program. Salah satu langkah yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak yang telah teridentifikasi stunting berdasarkan hasil pengukuran dan penimbangan oleh tim gizi Dinas Kesehatan.

Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa PMT yang diberikan akan berlangsung selama enam bulan ke depan. “ Terhitung hari ini pemberian PMT akan di berikan sampai enam bulan ke depan tidak boleh putus-putus. Setelah itu kami akan evaluasi, apakah ada perubahan tinggi berat badan arau tidak selama pemberian PMT itu sendiri,” ucapnya saat di temui oleh awak media, Kamis (13/02/2025).

DPPKB Kutim telah melakukan program pemberian PMT di 12 kecamatan dan saat ini memasuki kecamatan ke-13. Namun, Junaidi menyoroti bahwa masih banyak bantuan yang diberikan belum sesuai standar gizi yang direkomendasikan oleh pakar.

“Cuma yang sering kami evaluasi, banyak sekali PMT yang di berikan itu tidak berdasarkan standar Gizi pakar. Contohnya susu yang di rekomendasi misalnya pediasur dan morinaga. Walaupun itu mahal, terkadang susu yang di berikan susu kaleng. Bahkan kemarin kami ke lokus yang ada di gg. Rama dikasih susu anaknya gatal-gatal, setelah di cek ternyata susunya kadaluarsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ke depan, semua bantuan harus melewati verifikasi tim percepatan penanganan stunting, khususnya dari Dinas Kesehatan.

“ Oleh karna itu kedepannya tergabung dalam TPPS ini, jika Pama CSR KPC dan seterusnya sebelum ke lokus itu harus mengecek barang dulu, berstandar apa tidak. Jangan sampai kita beri hanya untuk kenyang tapi tidak berdampak pada tumbuh kembang anak.

Pada kunjungan di Jalan Kenyamukan, Sangatta Utara, tim DPPKB Kutim menemukan beberapa anak yang masuk kategori stunting setelah dilakukan pengukuran. “Kami menemukan di sana memang telah di ukur stunting itu dibawah garis merah. Maka edukasi harus diberikan adalah program pemberian PMT,” ungkap junaidi

Lebih lanjut, Camat Sangatta Utara, Hasdiah juga mengatakan salah satu indikator berisiko stunting terkait air yang digunakan. “Kami berharap kepada dinas terkait, terutama PDAM karna salah satu faktor dari indikator keluarga berisiko stunting adalah air. Di dusun Kenyamukan sendiri tadi kami kunjungan ternyata di sana belum ada air PDAM belum ada yang masuk,” ucapnya. (Kiya/*)