DPRD Kutim Sebut Disdik Kutim Salah Satu Penyumbang Silpa Terbesar Tahun Lalu

oplus_0

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim.  Yan, anggota DPRD Kutim dari Komisi D,  menyoroti  tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dan utang  Disdikbud  yang mencapai puluhan miliar rupiah pada tahun lalu.

“Kami di Komisi D melihat  pejabat Disdikbud  terlalu sering  keluar daerah. Akibatnya, sulit ditemui.  Nanti di akhir tahun,  Disdikbud akan  seperti pasar,  didatangi kontraktor yang hendak mengurus pencairan,”  kritik Yan kepada awak media belum lama ini

Yan  mengungkapkan bahwa tahun lalu Disdikbud  merupakan  penyumbang Silpa terbesar,  yaitu  sebesar Rp300 miliar,  dan juga  memiliki utang  puluhan miliar rupiah.

“Masalah ini  sudah kami  ingatkan sejak Januari lalu.  Kami  sudah panggil Disdikbud dan  mewanti-wanti agar kasus serupa tidak terulang.  Namun,  polanya  masih sama dengan tahun lalu,”  tegas Yan.

Yan menjelaskan bahwa utang puluhan miliar rupiah  tersebut  terjadi karena lambannya proses administrasi di Disdikbud.

“Kontraktor sudah menyelesaikan pekerjaan,  tetapi  karena  lambannya proses pencairan,  banyak kontraktor yang tidak terbayar.  Akhirnya,  pembayaran kepada mereka menjadi utang,”  jelasnya.

Yan khawatir  kondisi tersebut  akan terulang kembali di tahun ini.  Ia  menduga  hal ini  disebabkan oleh  kurangnya pemahaman  pejabat Disdikbud  dalam hal manajemen.

“Dengan Silpa Rp300 miliar dan utang puluhan miliar,  kami melihat ini  jelas masalah administrasi.  Mereka tidak mampu mengelola dengan baik.  Meskipun Disdikbud  adalah dinas yang besar,  tetapi  tata kelola dan manajemennya,”  pungkasnya. (*/ADV)