Pelaksanaan Program di Desa Perlu di Optimalkan

Sangatta – Pembangun desa maju dan mandiri menjadi dambaan semua pihak. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan desa yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Namun, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan optimalisasi pelaksanaan program desa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), M Basuni, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat, Muhammad Rusdy, saat ditemui di Ruang kerjanya baru-baru ini.

Rusdy mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program desa di Kutim. Salah satu kendala utama adalah belum optimalnya kinerja Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

“Saat ini, masih banyak desa yang hanya memiliki satu TPK untuk menangani seluruh program desa. Hal ini tentu tidak efektif, terutama ketika menangani program dengan anggaran besar,” jelas Rusdy.

Menurutnya, perlu dilakukan pembenahan terhadap sistem TPK. Ia mengusulkan agar setiap desa membentuk TPK di setiap bidang, seperti bidang pemerintahan, bidang pembangunan, dan bidang pelatihan.

“Pembentukan TPK di setiap bidang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program desa,” tutur Rusdy.

Selain TPK, Rsudy juga menekankan pentingnya peran aparatur desa dalam mensukseskan program desa. Ia meminta kepada seluruh aparatur desa agar lebih proaktif dan inovatif dalam menggali potensi desa dan merumuskan program-program yang tepat sasaran.

“Aparatur desa harus menjadi ujung tombak pembangunan desa. Oleh karena itu, mereka harus memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai,” tegas Rusdy

Lebih lanjut, Rusdy juga mengajak kepada seluruh masyarakat desa untuk turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Ia berharap agar masyarakat dapat memberikan masukan dan saran kepada aparatur desa terkait program-program yang akan dilaksanakan. (*/ADV)

 

Berita Terbaru