Realisasi Anggaran di Sejumlah OPD Kutim Melonjak Drastis di Akhir Tahun 2023 Lalu

Sangatta – Realisasi anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2023 lalu menunjukkan lonjakan yang luar biasa. Pasalnya hanya dalam waktu kurang lebih satu bulan, sejumlah OPD mampu merealisasikan anggaran yang cukup luar biasa.

Hal ini terungkap saat berlangsungnya Rapat pengendalian operasional kegiatan (Radalok) 1 Tahun 2024 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (6/2/2024), yang menunjukkan data bahwa pada tanggal 29 November 2023 lalu, realisasi anggaran masih berada di angka kisaran 41,61 persen. Namun, dalam 31 hari berikutnya, terjadi lonjakan drastis hingga mencapai 83,26 persen pada tanggal 31 Desember 2023.

Lonjakan drastis tersebut terjadi disejumlah OPD seperti,

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman : Dari pagu anggaran perubahan Rp 1.176.290.377.270 triliun, realisasi anggaran pada 29 November hanya 25,80 persen, kemudian naik menjadi 93,88 persen pada tanggal 31 Desember 2023. Sisa Penyerapan anggaran Per 31 Desember 2023 Rp 72.039.313.151 Miliar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan : Dari Rp 1.770.158.542.992 triliun, realisasi anggaran pada 29 November 2023 berada di kisaran 40,50 persen, naik menjadi 79,04 persen pada tanggal 31 Desember 2023. Sisa Penyerapan anggaran Per 31 Desember 2023 Rp 371.109.363.711 Miliar

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang : Dari pagu anggaran perubahan Rp 1.944.413.967.526 triliun, realisasi anggaran pada 29 November 2023 hanya 18,94 persen, kemudian naik menjadi 78,22 persen pada tanggal 31 Desember 2023. Sisa Penyerapan anggaran Per 31 Desember 2023 Rp 423.545.284.168 Miliar

Dinas Perhubungan : Dari pagu anggaran perubahan Rp 115.419.757.435 miliar, realisasi anggaran pada 29 November 2023 hanya 30,44 persen, kemudian naik menjadi 53,85 persen pada 31 Desember 2023. Sisa Penyerapan anggaran Per 31 Desember 2023 Rp 53.268.755.943 Miliar

Ditemui usai Radalok Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Rizali Hadi menuturkan jika lonjakan realisasi anggaran dari 41,61 persen menjadi 83,26 persen, mengalami kenaikan sekitar kurang lebih 41 persen, hal itu mengalami kenaikan lantaran pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemanggilan seluruh OPD untuk mempercepat realisasi anggaran.

“Itu kita kejar, kita panggil semuanya mulai dari PA-nya, PPTK-nya kita kumpulkan kalau bekerja sendiri-sendiri hanya bidang mungkin tidak cukup waktu tenaga juga terbatas. Dan saya minta pada saat itu semua di keroyok,” Kata Rizali Hadi kepada media ini

Karena itu, seluruh kepala dinas terjun langsung membantu dan memonitor bawahannya. “Bidang A yang sudah selesai, bantu bidang B. itu yang kita lakukan dan kita pantau terus sampai jam 7 malam terakhir. Karena Bank saat itu waktunya terbatas, tentu harus kita berikan ruang untuk mengkoreksi, memvalidasi, konsolidasi serta memerlukan kehati-hatian melihat ribuan berkas itu, apakah pajaknya sudah di masukkan atau belum. Inikan perlu ke hati-hatian. Nah itu kita sampai jam 11 malam kita terus memantau dan Alhamdulillah bisa diatas 80 persen.” Tutupnya

Berita Terbaru