Kejari Kutim Tahan Direktur CV Dua Putra Terkait Korupsi Solar Cell di Dinas Pendidikan

Sangatta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur (Kutim) pada Rabu (24/1/2024) kembali menahan satu tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan solar cell di Dinas Pendidikan Kutim Tahun anggaran 2020 lalu yang merugikan Negara Rp16,6 miliar.

Tersangka tersebut berinisial R, yang merupakan Direktur CV Dua Putra Sangatta. R berperan sebagai perusahaan yang diduga melakukan penampungan fee dari sejumlah CV yang digunakan sebagai kontraktor dalam pengadaan solar cell di Dinas Pendidikan Kutim.

Kepala Kejaksaan Negeri Kutim Romlan Robin melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Michael A F Tambunan mengatakan, tersangka R telah dilakukan pemanggilan sebelumnya, namun tersangka beralasan ingin didampingi penasehat hukumnya.

“Setelah melalui penasehat hukumnya, tersangka bersedia hadir dan kooperatif. Setelah kami tetapkan sebagai tersangka, makanya tadi kami juga langsung melakukan penahanan untuk mempermudah penyidikan,” kata Kasi Pidsus Michael A F Tambunan saat ditemui di ruang kerjanya.

Meski begitu, tersangka R berencana akan melakukan upaya Praperadilan melalui kuasa hukumnya. “Tentu kami dari penyidik siap menghadapi, sambil berjalannya segala sesuatu terkait penanganan perkara ini,” terangnya.

Michael menjelaskan, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan solar cell di Disdik Kutim ini, tersangka R berperan sebagai direktur CV Dua Putra, yang diduga menampung fee dari perusahaan-perusahaan kontraktor yang mengerjakan pengadaan solar cell di Dinas Pendidikan.

“Jadi segala macam keuntungan dari hasil korupsi itu, dimasukkanlah kedalam rekening pelaku R. Dimana nanti segala sesuatu pengeluarannya berdasarkan perintah dari RLS yang saat ini masih buron,” tuturnya.

Michael menuturkan, jika dari sekian kontraktor yang mengerjakan pengadaan solar cell di Dinas Pendidikan Kutim ini, hanya R yang dilakukan penahanan, lantaran semua pengadaan itu sudah dikondisikan dari awal.

“Dimana semuanya hanya dilakukan peminjaman atau pengumpulan Company Profile. Dimana yang melakukan pengumpulan company profile untuk melakukan pengadaan barang dan jasa itu adalah AEH yang sebelumnya telah dilakukan penahanan. AEH mengkondisikan atas perintah RLS, sudah mendapatkan keuntungan dan segala macamnya, kemudian masuk ke rekening R, pengeluarannya segala macam diatur oleh RLS,” tutupnya. (*)

Berita Terbaru