DPRD Sebut Anggaran Pendidikan Sudah Melebihi 20 Persen

Sangatta – Anggota DPRD Kutim Agusriansyah Ridwan mengakui jika anggaran Pendidikan  sudah melebihi angka 20 persen. Sebab bicara pendidikan, tidak hanya berbicara di Dinas Pendidikan semata, melainkan semua terkait dengan pendidikan, baik bersifat formal maupun non formal.

“Sebab dalam perencanaan anggaran, keseluruhannya disebut urusan pendidikan, yang melingkupi  seluruh pendidikan di masyarakat, baik formal maupun informal. Ini yang harus dipahami, sehingga cara kalkulasi anggarannya benar.  Di APBD kita dalam memploting,  data nilainya lebih detail,” kata agusriansyah kepada sejumlah awak media

Terkait masuknya belanja pegawai di anggaran pendidikan, termasuk guru diakui,  untuk belanja pegawai di APBD sudah jelas batasannya, tidak boleh melebihi 30 persen “Meskipun TPP PPPK naik, karena masih dibawah 30 persen dari APBD, maka semua masih aman. Karena kalau sudah anggaran belanja pegawai melampaui 30 persen, pemerintah kutim pasti ditegur,” katanya.

Disebutkannya, untuk saat ini pemerintah kutim sangat detail dalam menggunakan anggaran berdasarkan arahan BPK, KPK. Dan itu dibuktikan Kutim kini mendapat opini  WTP dari BPK. “Meskipun memang masih ada rekomendasi administrasi, diharapkan akan di rapikan SKPD,  agar ke depan Kutim  lebih rapi dalam memitigasi pencegahan dan pembocoran anggaran,” terangnya

Termasuk soal anggaran pembangunan  infrastruktur,  tertuang dalam RKPD sudah detail. Langsung tertera nama sekolah, butuh apa, sehingga pemerintah fokus pada RKPD,  apa yang di butuhkan berdasarkan Renja,   Renstra yang di distribusi dinas terkait.

“Itu harus dipenuhi, karena semua dinas ada renja, renstra.  Harus fokus perencanaan,  baik dari musrembang,  pokir  mau dari mana anggarannya, semua masuk renja renstra SKPD.  Sehingga capaian tahunan ini akan tercapai. Dengan sistem yang dibangun pemerintah melalui SIPD, termasuk tahapan perencanaan mulai dari    RKPD ke  KUA PPAS,  betul-betul  dijalankan pemerintah, sehingga kita memprogramkan skala prioritas berdasarkan sumber yang ada,” Terangnya (*/ADV)