
Kesbangpol Kutim Diminta Gencar Sosialisasi Larangan Politik Uang
Kabaretam.com, Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Basti Sangga Langi meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim untuk gencar melakukan sosialisasi larangan politik uang menjelang pemilihan legislative dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Basti mengatakan, politik uang masih menjadi salah satu permasalahan dalam pemilihan umum. Ia khawatir praktik ini akan kembali terjadi pada pemilihan mendatang.
“Saya minta agar Kesbangpol melakukan sosialisasi secara simultan agar masalah politik uang ini bisa ditekan,” kata Basti kepada media ini, Selasa (7/11/2023).
Basti juga mengaku tidak suka dengan praktik politik uang. Ia mengaku tidak pernah melakukan politik uang untuk mendapatkan suara masyarakat.
“Sebenarnya masyarakat ini masih banyak yang tidak mau menerima uang sogokan. Hanya saja, memang ada perilaku dari caleg yang mengimingi masyarakat uang. Bahkan ada yang melakukan pendaftaran dari rumah ke rumah untuk mendata siapa saja yang akan menerima uang mereka agar terpilih. Ini yang harus dicegah, agar tidak membudaya,” terangnya
Basti mengatakan, ia lebih memilih untuk menawarkan bantuan bagi masyarakat, seperti mencarikan pekerjaan bagi anak-anak mereka, ketimbang memberikan uang.
“Saya katakan, kalau mau uang Rp500 ribu, kan sekali belanja itu habis. Tapi kalau saya kasi kerja anak-anak kalian, itu jangka panjang. Kalau saya kasi uang Rp500 ribu, selesai urusan, karena suara anda saya beli. Nanti lima tahu lagi kita ketemu, saya kasi lagi. Tapi kalau kasi kerja anaknya kan mereka untung, silaturahmi jalan terus,” Tuturnya





