Samakan Persepsi, BPBD Kutim Gelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Aset Program Dalkarhutla

Kutai Timur -Kutim1816 Dilihat

Sangatta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat evaluasi pengelolaan aset Program Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Kecamatan, selama tiga hari mulai Tanggal 24 Mei sampai 26 Mei 2023.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi ini dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Kutim Poniso Suryo Renggono.

Ditemui usai membuka acara, Poniso Suryo Renggono mengatakan jika rapat evaluasi pengelolaan aset Dalkarhutla ini sangat strategis karena melalui pertemuan ini, Pemerintah bisa mengetahui seluruh jumlah aset penanganan Karhutla, baik yang diberikan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“BPBD juga bisa memetakkan, berapa kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla, baik di Tingkat Desa maupun di Kecamatan, mulai dari prabencana, pada saat bencana dan pasca bencana. Kemudian di Kecamatan kendaraan yang memang dibutuhkan, itulah yang harus dipenuhi, kemudian di Desa ada masyarakat peduli api, kebutuhannya juga harus di penuhi,” Kata Poniso Suryo Renggono kepada sejumlah awak media

Sebelumnya Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam mengakui jika selama kurang lebih tiga tahun pendistribusian aset program Dalkarhutla ini, baru kali ini pihaknya menyelenggarakan rapat evaluasi, guna menyamakan presipsi dalam hal pengelolaan aset.

“Seperti bagimana perawatannnya dan bagimana penggunaannya agar digunakan secara optimal,” Ucap Muhammad Idris Syam saat memberikan sambutan

Karena itu, usai pelaksanaan rapat evaluasi pengelolaan aset Program Dalkarhutla ini, pihaknya mengharapkan komunikasi dan koordinasi antara BPBD dengan Pemerintah Kecamatan selaku pengguna aset Dalkarhutla, bisa berjalan efektif. “Sehingga keberlangsungan alat Dakarhutla ini bisa berlangsung dengan baik,” tuturnya

Untuk diketahui, dalam rapat evaluasi pengelolaan aset Program Dalkarhutla ini diikuti kurang lebih 36 perwakilan Pemerintah Kecamatan dari 18 kecamatan se Kabupaten Kutai Timur. (*/KE/ADV)

Berita Terbaru