Sisa Waktu Sempit, Pemkab Kutim Bakal Genjot Pekerjaan Multi Years

Kutai Timur -Kutim1954 Dilihat

Sangatta – Meski sudah memasuki pertengahan Triwulan II, namun proyek Tahun Jamak atau Multi Years dilapangan tak kunjung mulai dilaksanakan, apalagi sisa waktu pekerjaannya semakin sempit, karena harus selesai sebelum tahun 2024 sesuai masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

Karena itu, pemerintah Kutai Timur harus memastikan bahwa  semua proyek yang bernilai total Rp1,3 trilun tersebut bisa diselesaikan dalam tepat waktu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengaku jika pihaknya akan mempercepat pembangunan proyek Multi Years di sisa waktu pekerjaan yang semakin sempit. Karena itu pihaknya akan terus mengevaluasi dan memonitor setiap progres pekerjaan. Sementara bagi pekerjaan yang dimungkinkan tidak bias selesai akan dikaji ulang.

“Proyek tahun jamak akan kami genjot sebab, waktu pekerjaan makin sempit. Karena itu kami terus melakukan evaluasi, memonitor progresnya. Dari dinas-dinas  memang mengakui masih on progres, tapi tetap kami pantau. Apalagi, DPRD juga minta agar dipercepat pekerjaanya,”kata Kasmidi Bulang kepada sejumlah awak media

Karena itu, jika nanti, saat dilakukan evaluasi ternyata diragukan untuk tidak selesai, mungkin saja angkanya di turunkan.  “Karena kita harus realistis. Misalnya nilainya Rp100 miliar, mungkin akan sulit terserap dalam waktu 1,5 tahun.  Karena itu, mungkin nilainya bisa diturunkan. Tapi untuk saat ini, kita serahkan ke DPU, untuk melakukan kajian, untuk memastikan apakah bisa tuntas atau tidak. Tentu nantinya  dalam kajian PU, pasti akan diperhitungkan force mayor,  katersediaan bahan,  batu , pasir semen dan lain sebagainya. Karena kalau tidak tersedia, maka bisa saja menghambat pekerjaan nantinya,” Terangnya

Sebelumnya, Kabid Bina Marga, Wahasuna Aqla, mengakui jika proyek tahun jamak yang mereka kerjakan  terus berproses. Dimana khusus proyek MY di Bina Marga senilai Rp900 miliar lebih, terdiri dari 14 paket,  pengawasannya telah dilakukan lelang, sedang dalam proses kontrak. Sedangkan proyek fisiknya, dalam proses lelang, sehingga Juni bisa kontrak.

“Dari 14 proyek MY di BIna Marga, ada 2 jembatan, yakni jembatan Bengalon dan jembatan Telen, selebihnya pengecaroan jalan. Meskipun sudah pertengahan tahun, kami masih optimis proyek sesuai dengan progres, kami yakin selesai sesuai dengan waktu yang kita harapkan,” katanya.

Terkait dengan kemungkinan akan tekendala pasokan bahan bangunan terutama pasir dan batu palu, yang selama ini digunakan untuk kontruksi, Aqla mengatakan, untuk proyek MY, batu Palu dan Pasir palu hanya cadangan, tapi  mengutamakan bahan bangunan local. Sebab, misalnya batu, pasir, di Muara Wahau, juga ada bahan yang serupa. “Kita sudah survey, ternyata bagus, spesifikasinya masih masuk,” katanya. (*/KE/ADV)