Alhamdulillah, Prevalensi Stunting Kutim Tidak Lagi Tertinggi, Kini di Peringkat Ke-4

Kutai Timur -Kutim1708 Dilihat

Sangatta – Meski posisi prevalensi stunting Kutai Timur (Kutim) sebelumnya berada di posisi pertama tertinggi dari 10 Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yaitu 27,4 persen. Namun kini posisi prevalensi stunting Kutai Timur (Kutim)sudah berada urutan ke 4 atau 24,7 persen. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang kepada sejumlah awak media beberapa waktu yang lalu.

Menurut Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang capaian tersebut tidak lepas dari hasil kerjakeras Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait lainnya, para Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta stakeholder lainnya.

“Alhamdulillah kita tidak lagi paling bawah, Kutim-kan kemarin paling rendah. Kita secara sporadic sudah bekerja bahkan seluruh SKPD terkait sampai penyuluhan anak sekolah kita sudah lakukan. Ternyata itukan hanya masalah data, ternyata setelah data itu kita sampaikan ke Pemerintah Pusat, peringkat kita menjadi naik tidak lagi paling besar angka stuntingnya,” Kata Kasmidi Bulang

Bahkan, menurut Kasmidi Bulang Kabupaten Penajam Paser Utara sebelumnya diatas Kutai Timur, namun kini sudah dibawah Kutim. “Muda-mudahan dengan data yang kita benahi, ditambahn dengan bantuan TNI/Polri yang juga ikut membantu, angka stunting di Kutim semakin menurun,” Harapnya

Dijelaskannya, yang membuat angka stunting itu meningkat karena jumlah anak yang ditimbang itu sedikit, sehingga angka prevalensi stunting jadi meningkat. “Kalau anaknya banyak yang ditimbang berarti pembanginya juga banyak. Jadi angka stunting itu nilainya besar buka karena banyak  anak stunting, bukan itu. Tapi karena persentase jumlah balita yang ditimbang sangat jarang, atau banyak anak balita yang tidak datang ke posyandu. Sehingga angka pembanginya juga kecil sehingga prevalansinya juga besar,” Jelasnya

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan terus membenahi data yang ada serta melakukan berbagai program untuk bias menekan angka stunting di Kutim. “Makanya sekarang kita benahi data. Bukan kerena banyak anak-anak kita yang kena stunting.  Kita tidak bisa pungkiri juga bahwa stunting itu tidak ada. Tapi tidak sebanyak itukan, makanya kita mulai membenahi melalui by data.” Tutupnya (*/KE/ADV)

Posting Terkait

Berita Terbaru

Berita Terbaru