15 Desa Di Kutim Tahun Ini Akan Diterangi Listrik PLN

Sangatta – PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) cabang Sangatta Tahun ini kembali menargetkan  sebanyak 15 Desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan segera teraliri jaringan listrik PLN. Hal tersebut diketahui saat berlangsungnya rapat penjelasan rencana pembangunan jaringan Listrik oleh PT PLN tahun 2023, di Ruang Arau kantor Bupati Kutim, Jumat (28/4/2023)

Diketahui ke 15 Desa tersebut, yakni Desa Sekerat, Desa Muara Bengalon (Bengalon), Desa Mata Air, Desa Bukit Permata (Kaubun), Desa Long Mesangat Melan (Long Mesangat), Desa Kolek, Desa Kerayaan, Desa Perupuk, Desa Tanjong Manis (Sangkulirang), Desa Marukangan, Desa Susuk Luar, Desa Susuk Dalam, Desa Susuk tengah (Sandaran) Long Noran dan Desa Rantau Panjang (Telen).

Selain itu, dari catatan PT PLN kondisi kelistrikan Kabupaten Kutai Timur diakhir Tahun 2022 lalu, dari 141 Desa yang ada, Rasio Desa (RD) yang sudah teraliri listrik sebanyak 102 Desa, atau sebanyak 72, 3 persen. Sementara sebanyak 35 Desa belum teraliri Listrik atau sebanyak 27,6 persen.

Dalam kesempatan itu, manajer PT PLN ULP Sangatta, Bibit Setiadi mengatakan jika pembangunan jaringan listrik Desa ini sudah mulai berjalan seperti di Desa Muara Bengalon, dan ditarget rampung di tahun ini.

Karena itu, Untuk mendukung program itu bisa berjalan sesuai rencana, pihaknya meminta dukungan masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan listrik desa ini. Seperti penuntasan penebangan pohon di sekitar jaringan yang akan dilintasi, baik milik warga, maupun perusahaan. Kemudian penuntasan perizinan pemasangan tiang dan trafo.

“kemudian dukungan kelancaran mobilisasi material dan pekerja. Peningkatan akses jalan dan jembatan. Serta penetapan kesempatan lokasi pembangunan PLTD di Sandaran,” Ucapnya

Sementara itu, usai mengikuti rapat dengan PLN yang dihari langsung oleh Camat dan Kepala Desa, Asisten Perekonomuan dan Pembangunan Setkab Kutim Zubair mengatakan jika dalam pertemuan itu, baik dari Kecamatan maupun Desa keseluruhannya mendukung pembangunan jaringan listrik di Desa.

“Dukungan yang diberikan Pemerintah seperti peningkatan akses jalan maupun jembatan, karena nantinya jalan tersebut akan dilalui kendaraan alat berat untuk melakukan pemasangan jaringan listrik. Sementara dukungan dari Masyarakat yang akan dikordinir langsung oleh Camat maupun Desa untuk mengumpulkan surat dukungan warga yang terkena jaringan, serta surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi tanaman tumbuh dan tidak menuntut ganti rugi tapak tiang yang ditandatangani warga maupun perusahaan yang dilintasi jaringan,” Jelasnya kepada media ini

Lebih lanjut, Asisten Perekonomuan dan Pembangunan Setkab Kutim Zubair mengatakan jika ke pembangunan jaringan listrik Desa di 15 Desa bisa diselesaikan PLN sesuai dengan Roadmap PLN maka target 100 persen Kutai Timur seluruhnya sudah teraliri listrik pada tahun 2024 bisa di capai.

“Program pembangunan jaringan listrik Des aini merupakan murni program dari Pemerintah Pusat dalam hal ini melalui PT PLN dan tentunya berdasarkan usulan dari Pemerintah Daerah.” Tutupnya (*/KE/ADV)

 

 

 

Posting Terkait

Berita Terbaru

Berita Terbaru