oleh

Antispasi Banyak Silpa di Akhir Tahun, Kasmidi : OPD Harus di Dampingi

Sangatta – Meski sudah memasuki triwulan ke 4 tahun 2022. Namun serapan anggaran di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di kabarkan masih terbilang rendah.

Karena itu, saat memimpin coffee morning yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim Senin, (3/10/2022) masalah serapan anggaran menjadi salah satu perhatian serius Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang. Terlebih pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan hanya tersisa kurang lebih dua bulan lamanya.

“Kita pingin serapan anggaran itu betul-betul bisa terserap dengan baik. Kita tidak ingin di penghujung tahun 2022 nanti banyak Silpa. Kalau memang ada Silpa itu tandanya kita sudah maksimal bekerja tapi jangan sampai menyerah karena program-program yang akan dilaksanakan itu program yang sudah di rencanakan. Kan bedah, kalau dulu tinggal buat programnya secara manual, kalau sekarang sudah SIPD, jadi lebih detail,”Kata Kasmidi Bulang kepada sejumlah awak media.

Karena itu, dirinya telah meminta seluruh asisten di lingkungan Sekkab Kutim untuk memonitor masing-masing OPD di bawahnya, terutama yang memiliki anggaran yang besar.

“Jadi semua ada yang ada hubungannya dengan asisten, yang besar-besar anggarannya belum terserap dengan baik. Jadi masing akan lapor ke asisten dan datanya di tembuskan ke saya, jadi bisa kita monitor dalam 2 bulan ini,” Tuturnya

Paling tidak satu bulan kedepan serapan anggaran di sejumlah OPD sudah berjalan di angka 85 persen lebih. “Itu anggaran murni dan anggaran perubahan, saya kira begini kita jangan pesimis, kita optimis saja kita bisa bekerja, makanya salah satu caranya kita dampingi mereka, apa yang sudah menjadi program OPD terkait dengan anggaran yang cukup besar itu yang kita dorong terus,” Bebernya

Lebih Lanjut, Kasmidi mengakui jika lambatnya serapan anggaran di beberapa OPD di akibatkan berbagai macam faktor seperti faktor penunjang. “Tadi cuman tidak enak di bahas bahwa, kegiatan fisik itu, kendalanya faktor penunjang yang utama, kita mau lelang tapu materialnya tidak ada, nga juga bisa terserap. Makanya dalam waktu dekat ini kita akan rapat Forkopimda, kita akan kumpulkan para pengusaha batu, karena ini susah juga, pengusaha batu inikan harus dapat izin. Kita minta untuk kepentingan pembangunan daerah mungkin kita akan bekap.” Tutupnya (*/ke)

Berita Terbaru