oleh

Kini Giliran Banggar DPRD Kutim Diperiksa Kejaksaan Terkait Korupsi PLTS

Sanggatta, Usai memeriksa Sekretaris Kabupaten Kutim Ir beberapa waktu yang lalu, kini pihak Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur (Kutim) kembali melakukan pemanggilan terhadap 6 orang anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim tahun 2019 lalu, terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Cell Home System di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tahun anggaran 2020 lalu.

Kepala Kejari Kutim, Hendriyadi W Putro, melalui Kasi Intelijen, Yudo Adiananto mengatakan tujuan pemanggilan terhadap 6 orang anggota Banggar tersebut, untuk mengumpulkan bahan keterangan atau alat bukti keterangan saksi.

“Yang dimaksud untuk memperkuat bukti kita dipersidangan nantinya,” Ucap Kasi Intelijen, Yudo Adiananto saat ditemui di depan Kantor Kejari Kutim, Senin (18/10/2021)

Dijelaskannya, adapun yang ditanyakan oleh tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur, adalah yang berkaitan dengan proses mekanisme atau penggaran maupun tugas pengawasan dari DPRD Kutim terkait kegiatan pengadaan PLTS Solar Cell Home System di DPMPTSP.

“kalau TAPD sudah kita panggil, pokoknya seluruh anggota Banggar akan kita panggil terkecuali mantan Ketua DPRD Kutim sebelumnya, karena posisinya berada di Luar Daerah dan juga diagendakan beberapa waktu kedepan,” Jelasnya

Selain itu, pihaknya juga menayakan terkait dengan pengawasan DPRD, yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya. Terutama terkait pengawasan pada masa covid-19 anggaran di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan pemangkasan anggaran dengan persentase yang besar sementara di DPMPTSP, hanya sebesar 3 persen.

“Karena ini berkaitan dengan substansi pokok perkara kita belum bisa menyampaikan secara terperinci, hanya secara garis besarnya saja,”Tuturnya
Sementara ketika ditanya oleh sejumlah awak media, apakah pemeriksaan anggota banggar ini merupakan tahapan pemeriksaan terkahir ? “Insyah ALLAH tidak lama lagi,” jawab Yudo kepada sejumlah awak media.

Lebih lanjut, terkait dengan kapan penetapan tersangka, Yudo mengatakan tidak bisa langsung dilakukan secara grasa rusu. Karena itu pemeriksaan terus dilakukan secara konfrehensif, untuk menemukan fakta hukum baik secara formil maupun materinya. “jadi nga asal-asalan,” Bebernya (*/KE)

Berita Terbaru