oleh

Atasi Blank Spot, Kominfo Kutim Akan Pasang Vsat di 62 Desa di Akhir Tahun ini

 

Sangatta- Pemerintah Kutai Timur tahun ini tahun ini ingin mengatasi blank spot di berbagai pedesaan yang belum terjangkau sinyal, dengan mewujudkan komunikasi tanpa hambatan yang dikenal dengan visi misi pemerintah ‘merdeka singal. Untuk itu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan segera dilakukan pemasangan visat, di 62 titik, khususnya di desa yang akan segera melakukan Pilkades, untuk menunjang komunikasi di desa tersebut. Demikian dikatakan PLT Kadiskominfo Kutim Ronny Bonar.

“Akhir tahun ini salah satu program kita yang akan diwujudkan adalah program merdeka sinyal, untuk mengatasi blank spot sesuai dengan visi misi Bupati Adiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang,” katanya.

Untuk membayar jasa pengatan sinyal atau disebut penambahan Bandwidth itu, akan dilakukan pemasangan Vsat di 62 desa yang akan melakukan Pilkades serentak. Harapanya, untuk membantu penyelenggaraan Pilkades.

“Sehingga saat pelaksanaan Pilkades, tidak ada alasan pelaporan hasil Pilkades terlambat karena masalah komunikasi. Tapi Tujuan utamanya adalah mengatasi blank spot,” katanya.

“Jadi dalam program ini, yang dibayar itu jasanya. Dana ada Rp3 miliar, untuk membayar jasa selama setahun. Tapi, dalam pelaksanaan jasa itu, akan dipasang Vsat, sebagai alat bantu, untuk pengguatan sinyal telepon. Jadi bukan alat yang kita beli, tapi jasa, yang akan dibantu dengan pemasangan alat Vsat, yang akan dilakukan penyedia jasa,” katanya.

Agar alat itu menjadi milik Pemkab Kutim, dibutuhkan kontrak selama dua tahun berturut-turut. “Jadi ini baru setahun, tentu agar agar menjadi milik Pemkab Kutim, maka tentu program ini akan berlanjut minimal selama dua tahun dengan pihak penyedia jasa,” katanya.

Seperti diketahui, salah satu janji kampanye Bupati dan wakilnya adalah ‘merdeka sinyal’. Artinya, tidak ada lagi desa atau kecamatan yang akan terisolasi secara komunikasi di Kutim, seperti selama ini. (J/Ke)

Berita Terbaru